Perayaan Imlek DPP PKB Kenang Gusdur

Sebelumnya, dikatakan dia, jika peringatan Imlek bagi PKB bukan sekedar sebagai bentuk pengakuan yang memperkuat persaudaraan.

Istimewa/dok.Adi Jaya
Suasana perayaan Imlek DPP PKB. 

PONTIANAK - Pada perayaan Imlek DPP PKB, nama Abdurahman Wahid atau sering disapa Gus Dur kembali disebut dan dikenang.

Hal ini dipaparkan oleh Menaker, Ida Fauziyah saat hadir menggantikan Ketum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang berhalangan hadir.

Sebelumnya, dikatakan dia, jika peringatan Imlek bagi PKB bukan sekedar sebagai bentuk pengakuan yang memperkuat persaudaraan.

Namun bagi PKB, lanjutnya, Imlek adalah bagian utuh dari perjuangan PKB dalam mewujudkan persamaan dan keadilan.

"Bahwa semua warga negara siapa pun juga adalah sama dihadapan hukum, bahwa tidak boleh ada lagi diskriminasi di Bumi Pertiwi Indonesia, sehingga peringatan Imlek bagi PKB adalah juga peringatan untuk selalu mewujudkan persamaan dan keadilan, dan menolak diskriminasi," katanya.

Gerbang Tani Kalbar Puji Daniel Johan Dua Periode Jadi Pengurus DPP PKB

Hal ini, lanjutnya, yang melandasi mengapa setiap tahun PKB menjadi satu-satunya partai politik yang tidak pernah absen dalam menyambut Imlek.

"Karena Gus Dur dan PKB adalah pencetus sejarah Imlek di Indonesia, sebagai upaya mengakhiri diskriminasi yang ada saat itu," jelasnya.

Dipaparkannya, saat menjadi Presiden RI, Gus Dur mencabut Inpres No. 14/1967 karena bertentangan dengan UUD 1945.

Sebelum dicabut, Inpres tersebut selama puluhan tahun mengekang warga Tionghoa sehingga tak bisa bebas melaksanakan budayanya termasuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh secara terbuka.

Setelah mencabutnya, Gus Dur menerbitkan Keppres No. 6/2000 yang menjamin warga Tionghoa dapat menjalankan kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadatnya secara terbuka.

Sementara itu, senada juga dipaparkan Daniel Johan. Ketua Bidang SDA dan Energy DPP PKB mengatakan jika tanpa Gus Dur mungkin tidak akan ada perayaan Imlek.

"Tanpa Gus Dur tidak ada Imlek dan Capgomeh dirayakan secara terbuka, tanpa Gus Dur tidak ada barongsai dan naga turun ke jalan," katanya, Kamis (23/01/2020).

Melalui Imlek, lanjut Daniel, ia dan PKB bersama seluruh elemen, akan terus melanjutkan perjuangan dan cita-cita Gus Dur, akan selalu memastikan Pancasila dan Kebhinekaan tetap tegak kokoh di Bumi Pertiwi Indonesia.

"Saya dan PKB akan menjadi garda terdepan untuk memastikan politik kebangsaan tetap menjadi warna politik Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sejak awal, PKB didirikan untuk menjadi kekuatan politik utama yang akan melindungi ideologi Pancasila dan cita-cita kebhinekaan Indonesia, termasuk menjaga dan melindungi hak ekonomi, sosial, dan politik warga Tionghoa di seluruh Nusantara.

"Saya berharap di Tahun Tikus ini menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk semakin memperkuat politik kebangsaan yang rahmatan lil alamin. Politik yang mampu membawa rahmat bagi semuanya," tutup Daniel. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved