Masalah Perbatasan dan Rencana Pembangunannya, Gubernur Sutarmidji Nilai Pemekaran Sebagai Solusi

Menurutnya, masyarakat Kalbar di wilayah perbatasan begitu bergantung dengan negara tetangga Malaysia.

Masalah Perbatasan dan Rencana Pembangunannya, Gubernur Sutarmidji Nilai Pemekaran Sebagai Solusi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat meninjau kondisi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso untuk melihat perkembangan pembangunan yang sedang dilakukan saat ini , Kamis (16/1/2020). 

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi rencana Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga Ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI membangun 497 kecamatan perbatasan.

Menurutnya, masyarakat Kalbar di wilayah perbatasan begitu bergantung dengan negara tetangga Malaysia.

Ia mencontohkan, masyarakat di kawasan Aruk yang memiliki akses transportasi lancar masih tinggi tingkat ketergantungannya dengan produk Malaysia seperti minyak goreng.

"Masa minyak goreng pun masih tergantung ke Malaysia. Kita harus bersama-sama, tidak boleh lagi ego sektoral. Bagaimana kita harus memberdayakan perbatasan itu," ujar Sutarmidji kepada Tribun, Rabu (22/1/2020).

Saat ini, jelas Midji, pihaknya berupaya mengurangi ketergantungan masyarakat di wilayah perbatasan baik desa maupun kecamatan dengan produk Malaysia.

Upaya yang dilakukan, jelas Midji, lewat peningkatan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.

Sambas dan Kapuas Hulu Siap Dukung Pembangunan Buffer Zone, Wilayah Penyangga Pertahanan Perbatasan

Saat ini, jelas gubernur, pemerintah pusat telah membangun jalan paralel perbatasan.

Kemudian akses menuju perbatasan juga ditingkatkan, seperti pembangunan jembatan menuju daerah Sungai Kelik, Sintang.

Menurutnya, yang bikin repot adalah masalah pendidikannya, sehingga harus ditangani secara bersama dengan pemerintah setempat.

"Kita kadang masalah ada aturan ini itu, hutan lindung dan sebagainya sehingga lahan tidak bisa digunakan dan itu perlu terobosan juga," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved