Kunjungi BPAA-LAPAN Pontianak, Mahasiswa IKIP PGRI Pelajari Litbangyasa LAPAN

Setelah perkenalan, mahasiswa diarahkan menuju lapangan mencoba teleskop untuk melihat matahari dan percobaan roket air.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Andri
Suasana saat Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) Pontianak, dikunjungi mahasiswa pendidikan Geografi IKIP PGRI Pontianak. Kamis (23/01/2020). 

Citizen Reporter
Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak
Andri

PONTIANAK - Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) Pontianak, dikunjungi mahasiswa pendidikan Geografi IKIP PGRI Pontianak. Kamis (23/01/2020).

Kasubbag TU, Miswari, S.Sos pun menyambut baik kunjungan para mahasiswa/i ke BPAA Pontianak yang kebetulan rutin diadakan setiap tahun oleh IKIP PGRI Pontianak khususnya Program Studi Pendidikan Geografi.

"Kami akan memberikan pencerahan kepada mahasiswa terkait apa itu LAPAN, tugas LAPAN dan memperkenalkan apa saja alat-alat nya," ujarnya.

Diterangkan dia, LAPAN merupakan lembaga yang dibentuk pada tanggal 27 November 1964 atas arahan Ir. Soekarno yang berdiri sudah lebih dari 56 tahun dan tersebar di berbagai daerah di seluruh Indoniesia.

Warga Antusias Melihat Detik-detik Gerhana Matahari Sebagian dari Kantor LAPAN Pontianak

Fungsi LAPAN adalah memberikan informasi Penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian dan pengembangan sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, dan penginderaan jauh serta pemanfaatannya.

Untuk kantor BPAA Pontianak mempunyai dua lokasi yang pertama di jalan LAPAN nomor 1, Siantan Hulu, dan lokasi kantor yang kedua berada di Wajok Hulu dan lokasi tersebut lebih luas.

Sementara itu, Nia Syafitri,S.Si.,M.Sc. selaku perekayasa ahli pertama BPAA Pontianak menyampaikan jika dikantor kedua BPAA tersebut untuk menyimpan alat-alat yang mudah terkorosi yang jauh dari perkotaan dan masih hutan disana.

"Jika adek-adek ada kesempatan boleh berkunjung di kantor BPAA yang ada di Wajok Hulu," ujarnya.

Perkenalan itu pun dilanjutkan dengan memperkenalkan hasil Penelitian dan Pengembangan Serta Rancang Bangun dan Perekayasaan Industri(Litbangyasa) dalam bidang teknologi penerbangan dan antariksa salah satu nya very low frekuensi receiver (VLF-Receiver) peralatan kerja sama LAPAN dan Hokkaido University Jepang yang telah beroperasi sejak tahun 2010 tujuan alat ini untuk mengamati dan monitoring potensi signal petir secara vertikal dan horizontal sejauh 1000 km.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved