Curhat Firli Bahuri Soal Sebagian Orang Menolak Dirinya Jadi Ketua KPK RI & Nyanyi Lagu Didi Kempot

Dari suasana batinnya saat sebagian orang menolak dia masuk KPK, makna sampai perjuangannya menjadi seorang anggota Polri.

Curhat Firli Bahuri Soal Sebagian Orang Menolak Dirinya Jadi Ketua KPK RI & Nyanyi Lagu Didi Kempot
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020). 

Terdiri dari 17.490 pulau dan itu lebih dari 1.100 bahasa, lebih dari 700 suku, maka kita bersyukur, jangan pernah mengenal bahwa saya satu daerah asalnya, tidak mengenal daerah lain.

Maka saya kira itulah kekayaan Indonesia dan itu lah yang membuat kita satu dalam persatuan Bhinneka Tunggal Ika. Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Palembang.

Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Aceh. Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Papua. Juga sebaliknya. Papua bukan apa-apa kalau bukan Indonesia. Palembang bukan apa-apa kalau bukan Indonesia.

Tribun: Di awal Anda sempat diragukan, tapi baru beberapa minggu gebrakan sudah banyak, penangkapan, OTT. Bagaimana Bapak menyebut ini, keberanian pimpinan baru atau masih pimpinan lama?

Setiap apa yang dicapai itu tidak pernah lepas dari andil orang lain. Selain itu yang lalu juga tidak pernah lepas dari masa lalunya. Itu adalah proses.

Kalau terkait dengan hari ini, kemarin 30 hari saya, saya harus katakan ada 22 orang. Ada 12 orang yang sudah dilakukan penahanan, 10 orang masih masuk daftar penyidikan.

Silakan saja kawan-kawan yang bertanya, apakah itu suatu prestasi atau prestasi orang lain, saya tidak perlu itu. Tapi itu adalah prestasi KPK. Siapapun dia.

Tapi yang pasti kita bersyukur masih ada ang ingin mendaftarkan diri sebagai pimpinan KPK. Lebih sedih lagi kalau banyak komentar tapi tidak ada yang berani ikut seleksi.

Tribun: Ada satu kasus yang menonjol yang menyerempet partai penguasa. Apakah Bapak sempat khawatir? Atau ada telepon dari pihak luar?

Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pelaku tindak pidana dalam konsep hukum adalah barang siapa. Kalau kita bicara barang siapa, maka itu konteksnya adalah pelaku.

Pelaku itu ada empat kategori sebagaimana Pasal 55 KUHP. Itu adalah yang melakukan, turut serta melakukan, membantu melakukan, dan menyuruh melakukan. Ada konsep Pasal 56, membantu melakukan itu.

Jadi kita tidak bisa lepas bahwa pelaku tindak pidana itu adalah barang siapa, artinya orang per orang. Bahkan ada yang disebut dengan setiap orang.

Kami tidak pernah mengatakan, "Ah ini terkait dengan siapa." Tidak. Dia yang melakukan, begitu. Jadi saya melihatnya begitu.

Saya tidak pernah melihat siapa dia dan sampai hari ini tidak ada pengaruh dan tidak ada juga yang telepon. Tidak ada sama sekali.

Tribun: Terkait Harun Masiku yang masih buron, apakah ada perkembangan terbaru? Soalnya informasi posisi Harun simpang siur.

Sampai hari ini tentu kita melihat semua informasi, kita tampung. Kalaupun ada informasi bahwa yang bersangkutan ada di sini, ya kita dalami. Faktanya apa dia ada di sini?

Kalau ada fakta yang disebut oleh kementerian yang memang berwenang mengawasi perlintasan, tentu kita juga akan tampung itu.

Itulah tentunya manfaat besar bagi kita untuk bekerja sama, bersinergi. Penegakan hukum korupsi itu tidak bisa sendiri.

Misalnya tadi mencari seorang yang bernama HM, kita sudah terbitkan surat perintah penangkapan. Sudah kita lakukan pelacakan dia berada di mana.

Kita melakukan pengejaran dari mana. Tentu yang melakukan itu adalah pegawai kita terkait dengan penyidik kita. Itu sudah berlangsung.

Tentu kita juga melibatkan rekan-rekan yang lain. Misalnya kita tetap berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Imigrasi.

Komunikasi terus baik melalui saya ataupun melalui deputi penindakan.

Kita lihat saja, kita tunggu, saya tidak bisa komentari karena ini masih berjalan, tapi yang jelas tetap kita lakukan upaya penangkapan. (Tribun Network/amb/deo/nis/ham)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Firli Bahuri Saat Sebagian Orang Menolaknya Masuk KPK Hingga Perjuangan Menjadi Anggota Polri

(*)

Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved