Wawancara Eksklusif

KISAH Ketua KPK Firli Bahuri Enam Kali Gagal Tes Masuk Polisi! 3 Prinsip Hidup Sang Jenderal

Jadi kalau seandainya kita lihat dari hasilnya saja, tentu kita bisa keliru. Karena sesungguhnya hasil itu tidak pernah berkhianat dengan proses.

TRIBUNNEWS
KISAH Ketua KPK Firli Bahuri Enam Kali Gagal Tes Masuk Polisi! 3 Prinsip Hidup Sang Jenderal. 

KISAH Ketua KPK Firli Bahuri Enam Kali Gagal Tes Masuk Polisi! 3 Prinsip Hidup Sang Jenderal

EKSKLUSIF - Nama Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri sempat menuai kontroversi saat dia mengikuti proses seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Ada pihak yang secara terang-terangan menolak kehadiran mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sumatera Selatan itu di lembaga antirasuah.

Namun demikian, Firli tetap memegang teguh prinsipnya.

Bagi dia tidak orang yang bisa meraih kesuksesan tanpa kehendak Tuhan.

Itu termasuk ketika Firli mendapat kepercayaan mengemban amanah sebagai ketua KPK periode 2019-2023.

Saat Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Perbincangan di TV, Sang Anak Titip Pesan Bijak dan Menyejukkan (Bagian - 2)

Firli Bahuri Bicara Ilmu Filsafat Menjawab Pihak yang Meragukan Kualitasnya Sebagai Ketua KPK (Bagian - 3)

Pria asal Sumatera Selatan itu bercerita secara eksklusif kepada Tribun Network bagaimana suasana kebatinannya saat mengikuti proses seleksi pimpinan KPK, perjalanan karier, serta bagaimana caranya menghadapi berbagai tudingan yang diarahkan kepada dia.

Berikut ini petikan wawancara (bagian-1) Tribun Network dengan Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020) petang WIB.

Karier Anda di kepolisian cukup cepat menanjak. Bagaimana Anda melihat karier yang begitu cepat?

Orang bisa saja melihat itu waktunya cepat karena dia hanya melihat waktu yang singkat.

Seketika orang mengenal waktu, dia tidak ingat, lupa bahwa ada proses panjang.

Dia pasti akan ambil potongan-potongan waktu yang pendek.

Saya kasih contoh. Ketika saya menjadi Wakapolda di Banten, itu 1 tahun 2 bulan. Tidak pernah orang menghitung itu. Dan orang juga tidak pernah melihat bahwa saya 3 tahun jadi ajudan wakil presiden. Dia hanya lihat, "Oh, jadi wakapolda hanya beberapa bulan di Jawa Tengah."

Juga tidak melihat berapa lama saya menjadi Kepala Biro Pengendalian Operasi, yaitu kurang lebih 1 tahun 5 bulan. Dan apa yang saya lakukan ketika saya menjabat itu.

Di saat saya menjadi Kepala Biro Pengendalian Operasi Mabes Polri, ada dua agenda yang cukup besar.

Agenda aksi 411 dan aksi 212. Anda cari bagaimana Firli saat itu. Dan apa peran Firli di 212. Nah itu. Jadi melihatnya begitu.

Jadi tidak bisa lihat hanya potongan, di Wakapolda Jawa Tengah cuma 1 bulan. Orang tidak pernah tahu berapa lama sebelumnya.

Jadi kalau orang mengatakan dia cepat sekali kariernya, dia tidak pernah lihat betapa sulitnya saya enam kali tes masuk kepolisian, baru yang ke tujuh saya masuk.

Dan itu tidak pernah masuk catatan orang. Orang hanya lihat yang singkat-singkatnya. Saya kira itu.

Jadi jangan lihat suksesnya saja, tapi lihat juga prosesnya?

Kalau saya melihatnya begini. Saya ketika ingin melihat sukses, itu tidak hanya lihat hasil tapi, juga harus lihat prosesnya.

Jadi kalau seandainya kita lihat dari hasilnya saja, tentu kita bisa keliru. Karena sesungguhnya hasil itu tidak pernah berkhianat dengan proses.

Kalaupun proses terjadi kekeliruan, bahkan ada kesalahan dalam prosesnya, tapi tetap dia berhasil, itu hanya kebetulan dan keberuntungan.

Dalam teori manajemen dikatakan kalau Anda ingin sukses, maka Anda harus merencanakan dengan baik.

Ingat bahwa kalau Anda gagal dalam perencanaan, sama dengan Anda berencana untuk gagal.

Mana yang lebih enak, menjabat di kepolisian atau KPK?

(Tertawa) Begini. Saya tidak pernah mengatakan suatu tempat itu enak atau tidak.

Sejauh kita pandai bersyukur, dan sejauh mana kita mampu membuat hati kita, diri kita, dan keluarga kita bahagia.

Sukses itu harus ditopang dengan kerja keras. Kerja keras itu harus ditopang dengan bahagia.

Anda tidak akan pernah, kita tidak akan pernah bisa kerja keras kalau kita tidak bahagia.

Maka selalu saya katakan dalam prinsip hidup saya, bahagia, kerja, sukses. Happy, hard work, success.

Kenapa saya modali itu? Kalau kita bahagia, maka banyak komponen yang kita dapatkan.

Satu orang bahagia itu akan gembira. Kedua, dia akan optimistis bahwa saya bisa. Ketiga, dia akan memiliki energi yang lebih. More energy.

Yang ke empat, kalau dia bahagia, maka dia akan selalu tenang.

Berikutnya kalau bahagia kita akan cepat untuk mengembalikan energi.

Terakhir, kalau kita bahagia, tenaga kita untuk mengisi kehidupan akan terasa lebih panjang. (Bagian - 1)

 Saat Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Perbincangan di TV, Sang Anak Titip Pesan Bijak dan Menyejukkan (Bagian - 2)

 Firli Bahuri Bicara Ilmu Filsafat Menjawab Pihak yang Meragukan Kualitasnya Sebagai Ketua KPK (Bagian - 3)

Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved