KISAH Ibu di Sintang Melahirkan di Sampan, Berangkat Subuh Menembus Dingin Lewati Riam Berbatu

Kesadaran masyarakat untuk bersalin di fasilitas kesehatan sudah sangat tinggi. Berangkat subuh menembus dingin dan lewati riam.

KISAH Ibu di Sintang Melahirkan di Sampan, Berangkat Subuh Menembus Dingin Lewati Riam Berbatu
Istimewa/dok.Veronika Tuti
Warga Desa Nanga Sakai, Kecamatan Ambalau, Sintang, melahirkan di atas sampan pada Selasa (21/1) pagi kemarin.  

"Saat saya tiba, istrinya dibaringkan di kursi belakang, sementara suaminya duduk di kursi depan," ucap Baharudin pada mStar.

Dalam perjalanan ke Rumah Sakit Lam Wah Ee yang berjarak 15 menit, Mohamad Shahir yang berasal dari Bayan Baru, Pulau Pinang ini berkata wanita itu sudah beberapa kali mengerang kesakitan.

Ia pun mencoba mengemudikan mobilnya secepat mungkin tapi juga dengan hati-hati.

Ia menyetir fokus ke depan tanpa tahu bagaimana keadaan penumpang yang berbaring di kursi belakang mobilnya.

Saat perjalanan, Mohamad Shahir berkata suami istri itu berbicara dengan bahasa mereka.

Tiba-tiba sang suami yang duduk di kursi depan bangun dan melompat ke tempat duduk belakang karena jeritan istrinya makin kuat.

mStar
mStar 

5 menit sebelum mereka tiba di rumah sakit, suara tangisan bayi terdengar.

"Bau air ketuban memang kuat, walaupun saya tak tahan dengan bau itu tapi saya terus menyetir," ucapnya.

"Saya membawa mereka sampai ke UGD, lalu datanglah para perawat yang membawa penumpang itu dalam mobil saya."

mStar
mStar

Mendapat pengalaman seperti itu, Mohamad Shahir mengaku bersyukur sekaligus lega.

"Saya jemput dua penumpang. Saat tiba di tujuan, menjadi tiga orang."

"Istrinya melahirkan bayi laki-laki yang merupakan anak kedua mereka, syukur alhamdulillah."

Mohamad Shahir juga menyebut bahwa istrinya juga tengah hamil saat ini.

"Istri saya sekarang sedang mengandung, juga anak kedua."

"Insyaallah akan melahirkan bulan Desember mendatang."

"Saya tidak bisa bayangkan jika istri saya yang mengalami hal itu, semoga segala urusan kami dimudahkan," ucapnya.

Kejadian Serupa

VIRAL Cerita Seorang Ibu Melahirkan di Dalam Taksi Online saat Perjalanan Menuju Rumah Sakit, Suami Panik, Sopir Tetap Santai
VIRAL Cerita Seorang Ibu Melahirkan di Dalam Taksi Online saat Perjalanan Menuju Rumah Sakit, Suami Panik, Sopir Tetap Santai (Facebook Kamal Wani)

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada pasangan suami istri asal Singapura pada Agustus lalu.

Seorang ibu asal Singapura mengalami momen menegangkan dalam hidupnya karena harus melahirkan di dalam mobil yang sedang berjalan.

Ibu bernama Kamal Wani, melahirkan di dalam mobil pada tanggal 7 Agustus 2019.

Semua rencana tak berjalan sebagaimana mestinya karena ia dan suami berharap anaknya mereka lahir pada tanggal 9 Agustus, bertepatan dengan Hari Anak Nasional Singapura.

Melalui akun Facebook-nya, Wani bercerita ia mulai merasa kontraksi yang intensif pada 7 Agustus.

Ia dan suami lalu pergi ke dokter kandungan.

Sang dokter lalu menyarankan Wani itu ke rumah sakit pukul 2 siang di hari yang sama.

Maka, mereka pun pulang ke rumah terlebih dahulu untuk menyiapkan dokumen untuk administrasi rumah sakit.

Namun bukannya menyiapkan dokumen, Wani justru enggan kembali ke rumah sakit.

Wani mengakui sendiri bahwa dirinya adalah orang yang keras kepala.

"Aku masuk kategori orang-orang keras kepala yang memilih menunggu pintu neraka terbuka sebelum berlari ke tempat yang aman," tulis Wani dalam Bahasa Inggris.

"Aku memutuskan untuk melakukan persalinan di rumah."

"Aku berkata pada suami aku akan ambil keputusan saat siap."

Saat jam menunjukkan pukul 5 sore, Wani tak bisa lagi menahan rasa sakitnya.

Ia lalu menyuruh suaminya untuk memesan Grab ke rumah sakit.

Dengan masih mengalami kontraksi yang semakin sering dan semakin intens, Wani berusaha untuk tetap tenang di dalam mobil.

Namun tiba-tiba, Wani merasa ia ingin melahirkan saat itu juga.

Mereka belum sampai setengah perjalanan menuju rumah sakit tetapi si bayi ingin segera keluar.

Wani mulai mengejan dalam mobil.

Instingnya mengatakan ia harus mengejan dan mendorong si bayi keluar.

Lucunya, si suami, justru menutup mulut istrinya dan memintanya untuk menunggu sebentar.

Permintaan sang suami tentu saja tak bisa dilakukannya.

Wani mulai mengejan lagi hingga air ketubannya pecah.

Tak sampai di situ, kepala si bayi pun mulai kelihatan.

Namun sang suami justru menekan kepala bayinya agar ia masuk lagi.

Perbuatan sang suami membuat Wani sangat tak nyaman.

Ia pun akhirnya mencoba mengejan lagi dengan keras hingga akhirnya si bayi keluar.

Sang suami langsung menyambut kelahiran anaknya di tangannya.

Wani tak mau melewatkan momen langka itu.

Ia mengambil handphone-nya dan memotret si bayi dan suaminya yang memegang bayi mereka.

Saat Wani dan sang suami sibuk sendiri, sang sopir Grab rupanya tetap tenang mengendarai mobilnya dengan aman menuju rumah sakit.

Sopir bernama Chia tersebut dengan santai mengemudi hingga akhirnya mereka tiba di rumah sakit.

Sang sopir meminta mereka untuk mengurusi sang bayi terlebih dahulu.

Wani meminta nomor telepon sang sopir untuk memberi kompensasi atas kekacauan yang mereka buat di dalam mobil.

Wani berkata dalam Facebook-nya:

"Suamiku adalah pahlawan Mia, dan sopir Grab kami adalah pahlawan karena sudah pengertian, sabar, dan berorientasi pada pelayanan."

Selain menceritakan pengalamannya, Wani juga menasehati netizen terutama ibu yang akan melahirkan untuk menyiapkan perlengkapan melahirkan dalam satu tas, termasuk dokumen yang diperlukan agar tidak kerepotan menjelang kelahiran.

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved