Mayat Bayi Dalam Tas

Polisi Buru Pelaku Pembuang Bayi Dalam Ransel di Batulayang, Periksa 5 Saksi 1 Mengarah Pelaku

Bahkan, polisi telah memeriksa 5 orang saksi, dan mengarah kepada seseorang yang diduga pelaku yang membuang bayi mungil tersebut.

Polisi Buru Pelaku Pembuang Bayi Dalam Ransel di Batulayang, Periksa 5 Saksi 1 Mengarah Pelaku
Tribunpontianak.co.id/Rivaldi Ade Musliadi
Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Abdullah Syam 

PONTIANAK - Hingga saat ini pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penemuan mayat bayi laki-laki di kawasan terminal Batulayang pada Minggu (19/1/2020).

Bahkan, polisi telah memeriksa 5 orang saksi, dan mengarah kepada seseorang yang diduga pelaku yang membuang bayi mungil tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Pontianak Utara Kompol Abdullah Syam.

Ia mengatakan, menurut dari keterangan para saksi, malam sebelum ditemukan bayi tersebut ada melihat kendaraan roda empat yang mencurigakan.

"Malam sebelum ditemukan mayat bayi, ada saksi yang melihat kendaraan roda empat yang sama lalu lalang di kawasan sekitar TKP. Dari hasil penyelidikan, kita sudah mengarah ke seseorang yang dicurigai namun kita belum tahu indetitasnya," ujar Abdullah Syam saat ditemui Selasa (21/1/2020).

BREAKING NEWS - Heboh Penemuan Mayat Bayi Dalam Tas Ransel di Batu Layang Pontianak

Ia juga mengatakan, kronologi penemuan mayat bayi tersebut ditemukan oleh warga sekitar, dan kemudian menghubungi pihak Polsek Pontianak Utara.

Warga yang menemukan mayat bayi tersebut awalnya mencium aroma menyengat dan kemudian mencari tahu yang bersumber dari sebuah tas ransel.

Saat dibuka, ternyata warga tersebut menemukan orok bayi yang terbungkus kain didalamanya dengan kondisi tali pusar masih ada di tubuh mayat bayi laki-laki itu.

"Setelah anggota kita ke TKP, dan kemudian membawa mayat bayi ke RSUD Soedarso untuk di autopsi. Dari hasil autopsi diketahui bayi tersebut berumur sekitar 4-5 hari. Kondisinya juga sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap," ungkapnya.

"Kita terus berusaha untuk mengungkap kasus ini agar menemukan pelakunya. Karena kasus ini adalah tindak pidana kejahatan yang memang harus kita ungkap," pungkasnya. 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved