Kondisi Jalan Rusak Parah Selama Berbulan-bulan, Warga Tanam Pisang di Tengah Jalan

Menurut Ajau, warga setempat kondisi jalan rusak parah tersebut sudah berlangsung sejak dua bulan terkahir.

Tribunpontianak.co.id/Agus Pujianto
Seperti inilah kondisi titik kerusakan parah jalan poros Sintang Ketungau. Mobil doubel gardan sulit untuk bisa lolos. Warga menanam batang pisang di jalan tersebut. 

SINTANG - Warga Desa Beluh Mulyo, Kecamatan Ketungau Hilir, Sintang protes jalan rusak parah tak kunjung ditangani dengan cara menanam batang pisang di tengah jalan, tepatnya di ruas Jalan Semubuk, Jalan Lintas Ketungau.

Menurut Ajau, warga setempat kondisi jalan rusak parah tersebut sudah berlangsung sejak dua bulan terkahir.

Namun belum kunjung ada perbaikan.

"Sudah dua bulan kondisinya seperti itu. Saya sendiri yang tanam batang pisang," kata Ajau kepada Tribun Pontianak, Selasa (21/1/2020).

Ada lebih dari lima batang pisang yang ditanam Ajau di jalan yang berlumpur.

Ruas jalan tersebut, tepat berada di depan rumah Ajau.

Pemda Kapuas Hulu Tahun Ini Tuntaskan Ruas Jalan di Selimbau

Kondisinya, sangat rusak parah. Sangat sulit untuk dilalui oleh kendaraan double gardan sekalipun, apalagi dari arah Merakai menuju Sintang.

Mobil yang melintas terbenam di lumpur. Dalamnya kerusakan jalan nyaris membenamkan body mobil.

Setiap mobil yang melewati ruas jalan tersebut, harus ditarik baru bisa lolos dari kubangan.

Sepanjang jalan Sintang-Merakai Ketungau Tengah, relatif sudah mudah untuk dilalui kendaraan. Hanya satu titik lokasi yang paling parah. Selebihnya, masih mudah dilalui mobil doubel gardan.

Ruas jalan lainnya, ada beberapa titik yang rusak. Namun, sudah ada perbaikan. Mulai dari timbunan batu, hingga rakitan papan.

"Mudah mudahan lah segera ditangani. Kasian anak anak sekolah yang pakai motor," harap Ajau.

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved