Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Kunjungi Tempat-tempat Bersejarah di Pontianak

Menurutnya, kegiatan itu sangat menyenangkan sekaligus menambah wawasan tentang sejarah Pontianak.

TRIBUN FILE/SY SYAMSURIZAL
Ratusan siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak mengunjungi kawasan Tugu Khatulistiwa dalam kegiatan Lawatan Sejarah Kota Pontianak pada Minggu, 19 Januari 2020. 

Citizen Reporter
Syarif Syamsurizal
Ketua PW IPM Kalimantan Barat

RATUSAN siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak melakukan Lawatan Sejarah Kota Pontianak pada Minggu, 19 Januari 2020. Agenda tahunan dari program bidang studi Sholihin S Pd ini selalu menggandeng Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas) sebagai mitra, untuk menjelaskan perihal objek-objek bersejarah yang akan dikunjungi.

Lawatan sejarah kali ini dengan rute yang sedikit berbeda dengan lawatan yang sebelumnya. Tempat yang dikunjungi adalah Kota Colonial "Tanah Seribu" (Taman Alun-alun Kapuas), Makam Pendiri Kota Pontianak (di Batu Layang), Tugu Khatulistiwa, Rumah Tan Sheng Hie (Gereja Gembala Baik), Monumen Tan Sheng Hie, dan Yayasan Kuning Agung.

Tercatat ada 160 siswa kelas X IIS SMA Muhammadiyah 1 Pontianak yang turut berpartisipasi di dalam lawatan sejarah kali ini. Mereka didampingi oleh beberapa guru dan wali kelasnya masing-masing.

Kegiatan ini rutin dilakukan SMA Muhammadiyah 1 Pontianak agar siswa mengerti, memahami, dan dapat menceritakan kepada khalayak ramai bahwa Kota Pontianak memiliki tempat-tempat bersejarah serta sejarah lokal yang sangat menarik untuk ditelusuri.

Apalagi penelusuran jejak-jejak sejarah tersebut dilakukan di sepanjang Sungai Kapuas dengan menggunakan kapal. Keseriusan dan keseruan lawatan sejarah ini akan terasa indah dengan pemandangan-pemandangan yang ada di sepanjang Sungai Kapuas.

"Sebelumnya saya hanya tahunya Pontianak ya gitu-gitu aja. Tapi setelah melakukan perjalanan ini saya jadi tahu tentang sejarah Pontianak dan bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Kota Pontianak," kata siswa peserta lawatan sejarah Sabila Fitria.

Menurutnya, kegiatan itu sangat menyenangkan sekaligus menambah wawasan tentang sejarah Pontianak. "Ini sangat luar biasa, perjalanan ini asyik dan menyenangkan. Kita juga bisa tahu tentang sejarah Pontianak. Pokoknye asyik lah," ujar Sabila. (*)

Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved