PKS Timang Wakil Atbah, PDIP Hati-Hati Pilih Calon
Arif pun menargetkan jika SK untuk bakal calon Wakil Bupati Atbah keluar di bulan Maret.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
PONTIANAK - DPW PKS Kalbar tampak masih menghitung-hitung ataupun menimang-nimang bakal calon Wakil Bupati Sambas mendampingi kadernya sebagai bakal calon Bupati, yakni Atbah Romin Suhaili.
"Yang saya tau ada sembilan nama, semua mempunyai kesempatan yang sama, peluang yang sama, tergantung pembahasan ditingkat parpol koalisi dan hasil survei. Bagaimanapun juga jajak pendapat sebagai sebuah cara pandang yang logis untuk mengambil keputusan," kata Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo, Senin (20/01/2020) kepada Tribun.
Diungkapkan Ketua Fraksi PKS-PPP DPRD Kalbar ini, jika sampai hari ini, proses pengusulan bakal calon wakil bupati Sambas masih domain Tim Pemenangan Pilkada Daerah (TPPD) atau tim yang di Kabupaten.
"Ini masih proses rekrutmen wakil, dan mekanisme berikutnya adalah jajak pendapat atau survei menjadi pertimbangan utama," timpal Arif Joni Prasetyo.
• Lasarus Pastikan PDIP Usung Rupinus-Aloysius di Pilkada Sekadau
Lanjut dikatakan Arif Joni Prasetyo, dalam pemilihan bakal calon wakil Bupati nantinya, tentu tidak melupakan bahwa PKS harus berkoalisi.
"Tentu akan ada pembicaraan dengan parpol koalisi. Nanti bersama TPPD membahas siapa wakil yang paling tepat," jelas Arif Joni Prasetyo.
Lebih lanjut, Anggota DPRD Provinsi Kalbar ini mengatakan, setelah rekomendasi dari TPPD keluar, proses selanjutnya ialah di TPPW atau tingkat Provinsi.
"Saya harapkan bulan februari rekomendasi dari TPPD sudah keluar dan kita tindaklanjuti dua pekan maksimal akan keluar rekomendasi dari TPPW yang akan disampaikan ke DPP," kata Arif Joni Prasetyo.
Arif pun menargetkan jika SK untuk bakal calon Wakil Bupati Atbah keluar di bulan Maret.
"Biasanya yang disampaikan TPPW, selagi tidak kontroversial nanti akan di SK-kan oleh DPP. Insyallah, nanti diawal maret sudah keluar SK," tutur Arif Joni Prasetyo.
Terlebih, ia mengatakan untuk Wakil Atbah nantinya juga tidak harus memenuhi syarat yang muluk-muluk.
"Yang jelas bisa bekerjasama dan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang baik," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Lasarus mengatakan untuk Pilkada di Sambas masih dalam tahap penjajakan karena hasil survei menjadi barometer untuk mengambil keputusan siapa yang dicalonkan.
"Di Sambas sedang dalam proses. Masih terlalu dini untuk disampaikan, karena setelah hasil survei di Sambas tidak ada yang terlalu dominan, termasuk juga inkamben," tuturnya.
Terlebih, ia mengatakan, PDI Perjuangan tidak mudah untuk memutuskan siapa yang akan diusung di Pilkada 2020 ini.
"PDI Perjuangan ingin ambil bagian pasti, saya sudah sepakati dengan pengurus DPD, kalau bisa ambil Bupatinya, kita ambil Bupatinya, kalau gak bisa kita ambil Wakil Bupati, kalau tidak juga, kita usung yang punya elektabilitas bagus," jelas Lasarus.
Dikatakannya pula, jika DPP telah memasang target 60 Persen untuk kemenangan di Pilkada 2020.
"Target DPP 60 persen, realistislah, karena Pilkada terkait dengan figur, penentunya adalah figur, oleh karenaya kami parpol harus mencari figur yang punya elektabilitas dan penerimaan masyarakat bagus," jelasnya.
Namun, ia mengatakan partai berlambang banteng bermoncong putih itu ingin mengusung bakal calon yang tidak lupa akan partai yang membesarkannya.
"Kalau sekedar untuk menang, kita ikut yang kuat saja, tapi kader kita harus diberi kesempatan. Kami PDI Perjuangan sudah capek juga, saya sebagai kader partai sudah sering berdarah-darah memperjuangkan yang bersangkutan untuk berkuasa untuk menjadi kepala daerah, tapi setelah jadi pindah ke partai lain dan setiap acara partai tidak pernah datang," kata Lasarus.
"Oleh karenanya kami hati-hati sekali dipemilu kali ini, siapa yang punya komitmen bagus diluar kader untuk turut serta membangun masyarakat, juga harus mendorong partai kita bisa terdongkrak perolehan suaranya dipemilu akan datang," pungkas Lasarus.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: