Kunjungan Kerja Anggota Komisi IX, Alifuddin Perjuangkan Program BKKBN Kalbar yang Minim Anggaran

Bukan hanya mengkritik, tetapi juga bisa membangun hal-hal apa saja yang bisa di kerjasamakan angota DPR RI.

Kunjungan Kerja Anggota Komisi IX, Alifuddin Perjuangkan Program BKKBN Kalbar yang Minim Anggaran
Tribunpontianak.co.id/Syahroni
Foto bersama Anggota Komisi IX DPRRI, Alifuddin beserta tim dengan Kepala BKKBN Kalbar, Kusmana beserta jajaran di Kantor BKKBN Kalbar, Jumat (17/1/2020). 

PONTIANAK - Anggota Komisi IX DPR-RI dari Kalbar, H Alifuddin melakukan kunjungan kerja dan bertemu sejumlah kepala instansi di Pontianak.

Satu diantara instansi yang didatanginya dan merupakan mitra dari Komisi IX adalah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar.

Alifuddin menjelaskan kedatangannya untuk bertemu Kepala BKKBN Kalbar pada Jumat (17/1) kemarin, guna mempertanyakan dan menggali program-program yang ada sehingga bisa diperjuangkan dan disuarakan pada tingkat pusat.

"Intinya BKKBN adalah mitra kerja kami dan insya Allah tanggal 22 Januari 2020 nanti, kami akan rapat kerja dengan BKKBN pusat. Tentu saja kami sedang mencari informasi dan menggali bahan," ucap Alifuddin, Sabtu (18/1/2020).

Alifudin Siap Bantu Perjuangkan Fasilitas RSUD Soedarso

Ia menegaskan, aspirasi yang didapat akan disampaikan ke BKKBN pusat. Menggali informasi pada tingkat daerah, tentu saja bertujuan saat rapat kerja dengan BKKBN pusat nanti dapat menyampaikan secara konperensip, seefektif mungkin.

Bukan hanya mengkritik, tetapi juga bisa membangun hal-hal apa saja yang bisa di kerjasamakan angota DPR RI.

"Ternyata banyak program-program unggulan, yang tidak ada danannya atau ada tapi sangat sedikit. Ini mungkin yang akan kami suarakan," tegas Alifuddin.

Minimnya dana BKKBN Kalbar, ia perkirakan kemungkinan karena lima tahun yang lalu, tidak ada angota komisi IX dari Kalbar.

Maka, ia ingin bagaimana di Kalbar ini anggarannya bisa lebih meningkat. Karena sangat di perlukan oleh Kalbar.

"Bagaimana kita ingin menciptakan keluarga yang bahagia, keluarga yang terencana kalau anggarannya sangat sedikit," ucapnya.

Satu hal yang menjadi sorotannya adalah, minimnya tenaga penyuluh KB yang ada di Kalbar. Padahal itu adalah ujung tombak.

"Kemudian penyuluhan pranikah, ini sangat di perlukan karena menyangkut generasi muda kita. Dimana generasi muda kalau akhlaknya rusak, maka bangsa kita juga ikut rusak,"ujarnya.

Diantara program yang sangat ia senangi, adalah program penyuluhan pra nikah. Saat ini baru ada di Kota Pontianak dan Sambas. Alangkah baiknya, ini harus ada di semua kabupaten.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved