Penertiban Perahu di Sungai Kapuas

Perahunya Ditertibkan Dishub Pontianak, Ahmad Sang Pemilik Mengaku Dapat Dukungan dari Masyarakat

Namun, ia berharap pihak Dinas Perhubungan dapat memberikan solusi terhadap dirinya.

Perahunya Ditertibkan Dishub Pontianak, Ahmad Sang Pemilik Mengaku Dapat Dukungan dari Masyarakat
Tribunpontianak.co.id/Ferryanto/Kolase
Ahmad pemilik Perahu Mesin Penyeberangan di Sungai Kapuas dari wilayah Pontianak Barat ke Pontianak Utara 

PONTIANAK - Ahmad, pemilik perahu bermesin yang dijadikan transportasi penyebrangan dari wilayah Kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat, menuju Makam Batu Layang, Kelurahan Batu Layang Pontianak Utara di Sungai Kapuas siap ikuti arahan Dinas Perhubungan untuk menghentikan operasional perahu penyebrangannya.

Hal ini diungkapkannya saat ditemui Tribun di Pelabuhan Senghi Pontianak, Jumat (17/1/2020) siang.

Namun, ia berharap pihak Dinas Perhubungan dapat memberikan solusi terhadap dirinya.

Ahmad menceritakan bahwa awal mula ia membangun perahu mesin itu untuk membantu masyarakat sekitar Pontianak Barat dan Batu Layang untuk menyebrang di karenakan jarak antara kedua lokasi cukup jauh bila ditempuh dengan jalur darat.

Perahu Kayu Penyeberangan Orang dan Barang di Pontianak Utara Sungai Kapuas Dinyatakan Ilegal

Bila dengan jalur darat, dari kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara menuju kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat membutuhkan waktu lebih dari 30 menit dan waktu tempuh dapat lebih lama bila lalu lintas padat.

Diakui oleh Ahmad, perahu mesin penyebrangannya baru beroperasi satu hari yakni kemarin (Kamis /16/1/2020) dengan penumpang para pekerja di sekitar Kelurahan Sungai Beliung yang tinggal di wilayah Batu Layang.

Pada pelaksanaannya, Ahmad mengaku telah melakukan musyawarah kepada warga masyarakat kelurahan batu layang, dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Menurut Ahmad Warga setempat merasa terbantu dengan hal tersebut.

Bila mulai berjalan, Ahmad menyebutkan pihaknya akan mematok tarif yang terjangkau bagi masyarakat, yakni 5 ribu untuk roda dua, dan 2 ribu untuk pejalan kaki.

"Saya juga mendapat dukungan dari warga Batu Layang, karena di Batu Layang ini banyak buruh yang bekerja di Pontianak Barat, banyak yang sekolah di Pontianak Barat, terus sangat membantu kalau ada orang sakit, info dari masyarakat batu layang, itu RT RW sudah mengetahui, Warga ada beberapa puluh Kaka sudah bermusyawarah, sebelumnya sudah 7 kali kami bermusyawarah di tahun 2019, saya di minta, sampean siap gak, ya saya cobalah, toh kalau tidak ada halangan saya laksanakan, Kalau bertentangan dengan aturan daerah ya kita Komunikasikan, "ujarnya.

Ahmad pun menekankan bahwa dirinya siap menerima apapun aturan yang berlaku.

Apabila perahu mesinnya dianggap tidak layak, iapun bersedia untuk berhenti beroperasi, namun bila masih ada solusi agar perahunya tetap bisa beroperasi, ia siap melengkapi berbagai syarat yang berlaku.

"Kita siap, apa yang harus kita lakukan, kalau memang masih ada jalan, tidak melanggar aturan, saya laksanakan, Kalau itu ya bertentangan dengan hukum yang berlaku di Area Pontianak, ya saya siap stop,"jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved