Penertiban Perahu di Sungai Kapuas

Perahu Kayu Penyeberangan Orang dan Barang di Pontianak Utara Sungai Kapuas Dinyatakan Ilegal

Dari video yang beredar terlihat beberapa kendaraan roda dua beserta pengendaranya menaiki perahu tersebut.

Tribunpontianak.co.id/Ferryanto
Petugas dari Perhubungan dan Kepolisian saat berada di atas perahu penyebrangan milik warga. Jumat (17/1/2020) 

PONTIANAK - Perahu penyeberangan bermotor yang sempat viral di media sosial di Kota Pontianak ditertibkan oleh Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Jumat (17/1/2020).

Perahu dibuat pemiliknya dijadikan alat transportasi penyeberangan orang dan barang. 

Berbahan kayu terbuat dari kayu dengan bahan pelampung bagian bawah terbuat dari bahan besi, dengan ukuran panjang sekitar 10 meter, dan lebar sekira 4 meter.

Dari video yang beredar terlihat beberapa kendaraan roda dua beserta pengendaranya menaiki perahu tersebut.

Biasanya perahu beroperasi menyeberangkan penumpang di Sungai Kapuas, dari wilayah Komplek UK, Kelurahan Sungai Beliung menuju makam Batu Layang yang terletak di Kecamatan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat.

BREAKING NEWS - Dinas Perhubungan Pontianak Amankan Sejumlah Perahu Penyeberangan Sungai Kapuas

Kepala dinas Perhubungan Kota Pontianak Utin Srilena Candramidi menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan, perahu penyeberangan tersebut ilegal karena tidak dilengkapi dengan berbagai izin.

Utin pun menekan bahwa perahu tersebut tidak layak sebagai perahu angkutan kendaranan.

"Setelah kita tindak lanjuti, kita mengecek, ternyata ini ilegal, tidak punya izin, dan memang tidak layak untuk angkut kendaranan, yang seharusnya hanya untuk angkutan orang, tapi digunakan untuk angkutan kendaranan,"jelas Utin.

Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan pihak Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk melihat kelayakan perahu tersebut.

"Angkutan orangpun harus punya izin nanti kita cek, apakah ini layak atau tidak, walaupun kita lihat ini 6 GT, 6 GT itu memang kewenangan masih di Pemerintah Kota, hanya kita nanti akan koordinasi dengan BPTD untuk melihat layak tidak layaknya kapal, walaupun di bawahnya ponton, atasnya kayu, tapi kan ada standarnya,"jelasnya.

Selanjutnya, Utin menerangkan, terkait perahu atau kapal yang bakal digunakan sebagai angkutan orang dan barang harus memiliki berbagai perizinan demi keselamatan.

"Dilihat dari struktur kapalnya, kemudian untuk penyebrangan itu harus ada dermaga khusus, ada pass nya, ada asuransinya, ndak sembarangan, karena kita mengutamakan fungsi keselamatan,"terang Utin.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemilik kapal Ahmad Samudin (56), agar melengkapi terlebih dahulu standar operasional keselamatan.

"Disitu juga merupakan tempat lalu lintasnya kendaraaan laut juga, dekat, jadi membahayakan,kita sudah Komunikasi kan dengan pak Ahmad untuk memenuhi standar Operasional prosedur dari angkutan sungai, apakah itu nanti akan jadi kapal wisata, itu tetap harus ada izin, kalau angkutan kendaranan itu tidak di perbolehkan," jelasnya.

Dalam mengeluarkan izin untuk operasional perahu penyeberangan Banyak aspek yang harus di perhatikan.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved