Konflik Pulau Natuna, Dahnil Anzar Akui Prabowo Sangat Hati-hati Sikapi Masalah China dan Indonesia

Meski demikian, Dahnil Anzar memastikan, Prabowo Subianto tetap tegas soal persoalan tersebut.

Konflik Pulau Natuna, Dahnil Anzar Akui Prabowo Sangat Hati-hati Sikapi Masalah China dan Indonesia
KOMPAS IMAGE, Tangkapan Layar YouTube KompasTV
Konflik Pulau Natuna, Dahnil Anzar Akui Prabowo Sangat Hati-hati Sikapi Masalah China dan Indonesia 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Juru Bicara atau Jubir Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengakui, Prabowo Subianto sangat berhati-hati soal urusan perseteruan dengan China di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Prabowo, sebut Dahnil Anzar, tidak ingin terkesan keras dan dipersepsikan menggunakan jalur militeristik dalam upaya penyelesaiannya agar hubungan diplomatik jangka panjang dengan China tidak terganggu.

"Kalau pendekatannya militer, itu justru bisa merusak diplomasi kita.

Justru yang bisa dipersalahkan adalah kita," ujar Dahnil Anzar di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Kabar Terbaru Konflik Natuna, Temu Mahfud MD, Dubes China untuk Indonesia Xiao Qian Jalin Komunikasi

Konflik Natuna Terbaru - Kemenlu RI Tegaskan Kapal Asing China Sudah Pergi dari ZEE Indonesia

Kegaduhan dalam negeri akibat ketidakpahaman masyarakat mengenai urusan hak berdaulat serta kedaulatan di ZEE Indonesia pun tidak terhindarkan.

Dahnil Anzar menegaskan, persoalan di ZEE Indonesia adalah pelanggaran hak berdaulat.

Prabowo Subianto tiba sebelum acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).
Prabowo Subianto tiba sebelum acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Oleh sebab itu, langkah yang ditempuh berbeda dibandingkan ketika yang dilanggar adalah kedaulatan.

"Nah ini kan cara-caranya kalau hak berdaulat, cara-cara diplomasi dan macam-macam," terang Dahnil Anzar.

Meski demikian, Dahnil Anzar memastikan, Prabowo Subianto tetap tegas soal persoalan tersebut.

Prabowo menyayangkan China yang mengklaim ZEE Indonesia, tepatnya di perairan Natuna.

Apalagi konflik itu terjadi setelah Prabowo Subianto berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu pada 15 Desember 2019.

Halaman
1234
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved