Breaking News:

INSTRUKSI Presiden Jokowi; Pihak Istana Terlibat Korupsi Jiwasraya dan Asabri Gebuk Saja

Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk memproses hukum siapa pun yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi di dua perusahaan asuransi milik negara.

Editor: Haryanto
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
INSTRUKSI Presiden Jokowi; Pihak Istana Terlibat Korupsi Jiwasraya dan Asabri Gebuk Saja 

Pansus Jiwasraya

Beberapa waktu lalu, di DPR mengemukakan usulan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mempersilakan jika DPR ingin mengambil langkah politik tersebut. Ia memastikan pembentukan pansus tak akan menghalangi proses hukum yang sedang berjalan.

Mahfud juga tidak khawatir akan potensi kegaduhan politik yang ditimbulkan jika pansus membedah kasus Jiwasraya ini jauh ke belakang. Dia pun tak mempermasalahkan jika kerja pansus nantinya bakal menyeret nama elite politik lain.

”Jangan takut gaduh, termasuk nanti jika ada orang besar yang terseret. Mengapa mesti takut sama orang besar? Bukannya lebih baik, begitu mengambil seorang besar, orang-orang di bawahnya juga bakal kena,” katanya.

Selain mendalami kasus penyimpangan di Jiwasraya, Mahfud berharap, pansus nantinya melahirkan pula solusi agar uang nasabah yang sudah diinvestasikan di Jiwasraya bisa dikembalikan. Pengembalian uang nasabah menjadi hal yang harus dipikirkan oleh pemerintah dan DPR.

”Oleh sebab itu, pencegahan agar kasus serupa tak berulang menjadi penting. Karena begitu terlanjur terjadi, banyak orang jadi korban,” katanya.

Ada Dugaan Korupsi Asabri ? Begini Reaksi Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir & Nawawi Pomolango

Harapan nasabah

Dihubungi secara terpisah, Rabu (15/1/2020), salah seorang pemegang polis Bancassurance Jiwasraya, Muhammad Feroz, menyambut baik langkah hukum dan upaya pemerintah untuk kembali menyehatkan Jiwasraya. Bagi nasabah, yang terpenting adalah kepastian jadwal pengembalian uang.

”Sebagai korban, kami sudah dirugikan. Tidaklah adil jika kami terus diminta bersabar dan dijadikan korban ketidakpastian,” katanya.

Sementara dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menjelaskan, pada Rabu (15/1/2020) ini akan ada empat saksi lagi yang akan diperiksa. Namun, ia belum menyebutkan nama dan asal instansi dari saksi-saksi yang akan diperiksa tersebut.

Hingga kini, penyidik Kejagung sudah memeriksa 43 saksi. Lima di antaranya menjadi tersangka. Sebanyak 13 orang dilarang ke luar negeri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Terkait Jiwasraya dan Asabri, Presiden Instruksikan Gebuk Semua yang Terlibat

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved