Breaking News:

Penyelundupan Satwa Dilindungi

BKSDA Kalbar Nilai Satwa Dilindungi yang Diamankan KAL Lemukutan Berasal dari Indonesia Timur

Ia pun mengatakan bahwa ada kemungkinan kangguru yang turut diamankan merupakan kangguru asli Indonesia yang berasal dari Papua.

Penulis: Ferryanto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Konfrensi pers keberhasilan KAL Lemukutan Lantamal XII Pontianak dalam penggagalan upaya Penyelundupan Satwa dilindungi, Rabu (15/1/2020). 

PONTIANAK - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata N A menilai, bila melihat hewan - hewan dilindungi yang berhasil diamankan oleh pihak Lantamal XII Pontianak, dari atas kapal Barang di Sungai Kapuas, hewan - hewan tersebut banyak yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur.

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri Konfrensi pers di Lantamal XII Pontianak, Rabu (15/1/2020).

"Kalau lihat karakteristik satwanya, ini Kemungkinan besar dari daerah timur, NTT, Maluku, sampai Papua, hanya setiap daerah beda - beda,"ungkapnya.

Ia pun mengatakan bahwa ada kemungkinan kangguru yang turut diamankan merupakan kangguru asli Indonesia yang berasal dari Papua.

Balai Karantina Pertanian Pontianak Bakal Dalami Terkait Upaya Penyelundupan Satwa Dilindungi

"Kalau kanguru ini kemungkinan dari wilayah Papua, kalau kanguru Papua, tidak sepeti kanguru Australia besar, dia lebih kecil," ujarnya.

Pihaknya pun akan melakukan pendataan terhadap berbagai jenis hewan yang berhasil di amankan tersebut.

Kemudian, hewan - hewan tersebut akan di kembalikan sesuai dengan habitatnya masing - masing.

Adapun berbagai jenis hewan yang di amankan antara lain Burung Kakak Tua Jambul Kuning sebanyak 7 ekor.

Kemudian burung Kakak Tua Jambul merah empat ekor, Burung Nuri hijau 1 ekor, Burung Nuri hitam kecil 4 ekor, anak kanguru 1 ekor, ular sanca kuning 11 ekor.

Ular berwarna biru 8 ekor, Kadal lidah hijau 27 ekor, kura - kura 13 ekor, anjing Siberian Husky 1 Ekor, Anjing Cihuahua 1 ekor.

"Ahli kami nanti akan melihat jenis - jenis hewan ini. Karena begitu satwa liarnya diserahkan ke BKSDA, kami punya kewajiban untuk mengembalikan ke tempat asalnya, biar tidak salah nanti saat mengembalikannya, kita perlu waktu ini jenis spesiesnya apa, dan harus kembali kemana," jelasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved