Solidaridad Laksanakan Lokakarya Indonesian Sustainable Palm Oil

PSTBD juga tidak hanya berlaku pada kelapa sawit tapi belaku juga untuk komoditi lain seperti karet, kopi dan sebagainya.

Solidaridad Laksanakan Lokakarya Indonesian Sustainable Palm Oil
TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau Ipan Nurpatria saat memberikan materi bagi peserta lokakarya, di Aula Pertemuan Nanga Taman, Selasa (14/1/2020). 

SEKADAU - Solidaridad Indonesia laksanakan kegiatan Lokakarya Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), di Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau, Selasa (14/1/2020).

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) berasal dari Afrika barat, merupakan tanaman penghasil utama minyak nabati yang mempunyai produktivitas lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya.

Kelapa sawit pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1848.

Hasil produksi tanaman kelapa sawit dalam skala industri hasil setengah jadi berupa golongan oleo-pangan dan oleo-kimia, untuk barang jadi dapat dipakai untuk industri makanan, kosmetik, farmasi, pabrik logam dll.

Forum IPOSC Cari Solusi Hadapi Tantangan Masalah Kelapa Sawit

Adanya potensi minyak kelapa sawit yang dapat dijadikan berbagai kebutuhan membuat minyak kelapa sawit memiliki peranan yang sangat penting di berbagai negara.

Hadir dalam lokakarya ini Sekretaris Yayasan Solidaridad Network Indonesia yang juga sebagai pemateri, I Nyoman Oka Tridjaja, PhD.

Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau Ipan Nurpatria, Perwakilan Camat Nanga Taman Emilia.

Dan perangkat Desa se-Kecamatan Nanga Taman diikuti petani sawit mandiri sekitar 52 orang.

Dalam sambutannya Ipan Nurpatria menyampaikan sebelumnya pada akhir tahun juga telah dilakukan sosialisasi STBD di kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap

"Ada beberapa hal yang harus tercantum dalam STDB, pertama identitas, domisili, lokasi kebun, status kepemilikan tanah, luas, jenis tanaman produksi atau benih, jumlah pohon dan lain-lain," ujarnya

Halaman
12
Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved