Curhatan Alexius Akim

POPULER - Curhatan Alexius Akim Gagal ke Senayan Dipecat PDI Perjuangan, Karolin Angkat Bicara

Jelang hari-hari terakhir penetapannya sebagai calon terpilih, PDI Perjuangan memecat Alexius Akim.

POPULER - Curhatan Alexius Akim Gagal ke Senayan Dipecat PDI Perjuangan, Karolin Angkat Bicara
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Alexius Akim menggelar konferensi pers di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (13/1/2020) Mantan Caleg DPR RI PDI Perjuangan tersebut berharap agar hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah, menyusul kasus OTT Komisioner KPU yang menyeret partai yang memecat dirinya saat penetapan untuk DPR RI. 

"Sampai hari ini KPK masih terus mencari tersangka HAR (Harun Masiku). KPK meminta yang bersangkutan segera menyerahkan diri," kata Ali dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/1/2020).

Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019-2024.

Ali menuturkan, KPK juga meminta pihak-pihak yang terkait dalam kasus ini bersikap kooperatif ketika keterangannya dibutuhkan penyidik dalam memproses hukum perkara ini.

"Bersikap kooperatif kepada KPK tidak hanya akan membantu penyidik menyelesaikan perkara lebih cepat, tetapi juga akan memberikan kesempatan yang bersangkutan untuk menjelaskan terkait perkara tersebut," ujar Ali.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan dijadikan tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Sedangkan, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun.

KPK menetapkan total empat tersangka dalam kasus suap yang menyeret komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang juga orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina.

Kemudian, politisi PDI-P Harun Masiku dan pihak swasta bernama Saeful.

Dua nama terakhir disebut Lili sebagai pemberi suap. Sementara Wahyu dan Agustiani diduga sebagai penerima suap. (*)

Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved