Konflik Natuna Terbaru - Kemenlu RI Tegaskan Kapal Asing China Sudah Pergi dari ZEE Indonesia

Menurut Faizasyah, patroli serta diplomasi merupakan satu rangkaian yang sama dalam menegakkan Indonesia berdaulat di ZEE Indonesia.

YOUTUBE KOMPAS TV
Konflik Natuna Terbaru - Kemenlu RI Tegaskan Kapal Asing China Sudah Pergi dari ZEE Indonesia 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kementerian Luar Negeri atau Kemenlu RI menyebut kapal asing sudah pergi dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Ini disebut-sebut sebagai keberhasilan patroli Indonesia yang mengerahkan kapal perang.

"Saya mendapat kabar bahwa kapal ikan asing sudah meninggalkan ZEE Indonesia. Artinya peningkatan patroli Indonesia di sana (Natuna) membuahkan hasil," ujar Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, Senin (13/1/2020).

Menurut Faizasyah, patroli serta diplomasi merupakan satu rangkaian yang sama dalam menegakkan Indonesia berdaulat di ZEE Indonesia.

"Diplomasi dan pengaktifan patroli merupakan satu mata rantai kebijakan penegakan kedaulatan pemerintah Indonesia di wilayah laut (territorial waters), ZEE dan landas kontinen," ujar Faizasyah.

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani menyebut pemerintah akan terus melakukan pengamanan di Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) di Natuna Utara.

"Terpenting bagaimana kita amankan wilayah kita, bagaimana lindungi nelayan kita, dan bagaimana penguasaan efektif dilakukan dengan kehadiran negara terus menerus di Natuna, baik soal kesejahteraan dan keamanan," kata Dani.

China Kembali Bandel di Natuna Indonesia, 3 Kapal Perang TNI Usir 30 Kapal Ikan China & Coast Guard

Kabar Natuna Terbaru, TNI AL Peringatkan Coast Guard China yang Kawal Kapal Nelayan di ZEE Indonesia

Menurut Dani, persoalan Indonesia dan China di perairan Natuna Utara masih akan terjadi ke depannya, sepanjang China tidak mengakui keputusan hukum internasional.

"Kita punya indikator atau ukuran-ukuran yang jelas berbeda. Kita sudah disahkan UNCLOS 82 dan kita tahu bahwa ini bahkan China pun ditolak soal klaim-klaim itu yang ketika di Filipina tahun 2016," tutur Dani.

"Jadi sebetulnya kalau kita melihat persoalan ini kita tak perlu khawatir, bahwa ini pasti akan terjadi terus menerus. Hanya yang perlu dan penting kita lihat adalah bahwa soal kedaulatan kita tidak pernah bernegosiasi," sambung Dani.

Yang terpenting saat ini kata Dani adalah bagaimana Indonesia dapat mengamankan wilayah ZEE Natuna serta melindungi nelayan yang ada disana.

Halaman
1234
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved