DPRD Kubu Raya Minta Pemkab Serius Tangani Persoalan Sampah

Bahkan, diperlukan adanya sosialisasi untuk edukasi kepada masyarakat terkait jenis-jenis sampah serta pengelolaannya.

DPRD Kubu Raya Minta Pemkab Serius Tangani Persoalan Sampah
TRIBUNPONTIANAK/SEPTI DWISABRINA
Ketua DPRD Kubu Raya, Agus Sudarmansyah. 

KUBU RAYA - Tumpukan sampah yang ada di Jl Siaga Sungai Raya Kubu Raya menjadi problematika lingkungan yang harus di atasi oleh pihak terkait.

Ketua DPRD Kubu Raya, Agus Sudarmansyah meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya agar dapat menyikapi persoalan sampah dengan lebih serius.

"Karena ini berkaitan dengan estetika kota dan sanitasi. Sehingga ini menjadi kebutuhan dasar dari masyarakat Kubu Raya dan salah satu visi misi Bupati Kubu Raya adalah visi bahagianya. Tentunya ini saling berkaitan," ujarnya, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, persoalan sampah ini adalah hal yang mendasar dan prioritas.

Sehingga perlunya dukungan penuh guna mengatasi sampah di tingkat lingkungan masyarakat.

Kades Sungai Raya Sebut Adanya Keluhan Warga Setempat Terkait Sampah di Jalan Siaga

"Bagaimana masyarakat dapat membuang sampah ada tempatnya hingga tatanan pengelolaan sampah dari rumah tangga," tuturnya.

Bahkan, diperlukan adanya sosialisasi untuk edukasi kepada masyarakat terkait jenis-jenis sampah serta pengelolaannya.

"Artinya sampah itu sudah di pilah-pilah sebelum di buang. Mana yang sampah organik, sampah plastik dan itu sudah terpisahkan," terangnya.

Agus juga menyinggung terkait sarana dan prasarana yang harus didukung guna mengatasi persoalan sampah.

"Di mana kontainer atau tong sampah yang belum memadai, kita minta agar segera di perbaiki," sebutnya.

Bahkan, sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) antara Sungai Raya dan Rasau Jaya pun terlihat sudah membumbung tinggi dan harus teruraikan.

"Itu harus segera di urai, jika tidak ada inovasi untuk di kelola, maka dalam satu atau dua tahun ke depan TPA tersebut akan penuh," bebernya

Selain itu, Agus menambahkan sebelum sampah-sampah tersebut masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ataupun TPA Sampah sudah harus teruraikan, sehingga sampah tidak membludak penuh.

"Bisa saja melibatkan pihak ke tiga guna mengolah sampah menjadi nilai ekonomis," imbuhnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved