Breaking News:

Diuji Langsung Menteri Sri Mulyani dan Raih Nilai A, Inilah Kisah Sidang Tesis Robby Maulana 

Saya yakin Kalbar ni banyak sekali potensi. Dari segi SDM, Anak-anak muda Kalbar juga banyak yang cerdas dan inovatif dalam melihat peluang

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama Sri Mulyani Indrawati yakni Menteri Keuangan RI sekaligus Staf Pengajar FEB UI usai menjadi ketua sidang tesis Robby Maulana bertempat di ruang rapat Menteri Keuangan, Gedung Kementerian Keuangan RI, Selasa (7/1/2020). 

PONTIANAK -Robby Maulana (30) pemuda asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat merupakan Mahasiswa beasiswa Bappenas dari Pemerintah Provinsi Kalbar, menceritakan kisah dan pengalamannya menyelesaikan tesis dan di uji langsung oleh Sri Mulyani Indrawati yang merupakan Menteri Keuangan RI sekaligus Staf Pengajar FEB UI,  di ruang rapat Menteri Keuangan, Gedung Kementerian Keuangan RI, Selasa (7/1/2020).

Robby sebelumnya telah menyelesaikan gelar Sarjananya (S1) di Universitas Islam Indonesia Jogjakarta dan mengambil jurusan teknik informatika.

Selesai kuliah, Robby Maulana sempat bekerja di Tribun Pontianak dari tahun 2012 sampai 2015. Robby Maulana memilih berhenti setelah diterima menjadi ASN pada tahun 2015.

Setelah itu dirinya mengambil beasiswa Bappenas tahun 2018 dan melanjutkan kuliah mengambil jurusan Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan Universitas Indonesia.

Lantik 68 Kepala Sekolah, Ini Harapan Bupati Erlina

Robby Maulana melangsungkan Ujian Sidang Karya Akhir (Tesis) dan berhasil meraih nilai A.

Robby membagikan pengalaman yang tidak ia duga bahwa bisa menyelesaikan tesis dan bertatap muka dan uji langsung oleh Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan RI sekaligus Staf Pengajar FEB UI, dengan pembimbing Chaikal Nuryakin selaku Ketua Program Studi S-1 Reguler Ilmu Ekonom FEB UI, dan anggota penguji Febrio Nathan Kacaribu selaku dosen pada Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI.

Adapun Karya Akhir (Tesis) yang diangkat olehnya bertemakan “Inklusi Keuangan: Pengaruh Kepemilikan Rekening dan Ketersediaan Akses Lembaga Keuangan Terhadap Pinjaman Rumah Tangga”.

Secara singkat ia menjelaskan tesis yang ia tulis membahas apakah rumah tangga yang punya rekening dan tinggal dekat dengan lembaga keuangan akan cenderung melakukan pinjaman.

Dukung Penuh Rencana Pembangunan Jembatan Rusak, Ramli: Sangat Dibutuhkan Masyarakat, Jangan Ditunda

"Saya juga banyak mengambil literatur dari worldbank. Jadi topik itu sangat familiar di telinga Bu Sri Mulyani Indrawati," ujarnya pada Tribun Pontianak, Minggu (12/1/2020).

Ia menceritakan kenapa bisa di uji langsung oleh Sri Mulyani Indrawati. Awalnya ia bersama kedua teman lainnya diberitahu langsung oleh Sekretaris Prodi bahwa Sri Mulyani Indrawati mau menguji tesis 3 orang mahasiswa dari MPKP UI, yang mana Sri Mulyani Indrawati merupakan ketua prodi yang pertama di MPKP.

"Pas tau mau disidang sama Bu Sri Mulyani Indrawati. Saya tidak bisa tidur karena merasa ada beban. Bukan cuma bawa nama kampus, tapi juga bawa name Pemprov Kalbar," ujarnya.

Ia mengatakan beberapa minggu ia melakukan persiapan. Sampai hari H nya tiba. Ia mengatakan saat jalannya sidang ternyata Sri Mulyani Indrawati memberikan pertanyaannya yang sangat detail, dan ada pemikiran- pemikirannya yang tidak terpikirkan oleh ia dan kedua temannya.

"Alhamdulillah pas sesi tanya jawab lancar, Bu Sri Mulyani juga sangat humble. Dia tidak memposisikan diri sebagai menteri tapi sebagai akademisi. Overall saya salut sama Bu Sri. Saya tau kenapa dia bisa jadi menteri terbaik," ujarnya.

Diantara kedua temannya, Robbi disidang dengan waktu yang cepat dan hanya sekitar satu jam saja. Dirinya pun berhasil meraih nilai A.

Ia mengatakan terkait waktu kuliah yang di tetapkan dari Bappenas 18 bulan atau 3 semester. Untuk topik tesis ia sendiri sudah menyiapkan dari 7 atau 8 bulan yang lalu.

Robby Maulana
Robby Maulana 

"Alhamdulillah support dari teman-teman se-angkatan saya juga yang luar biasa," ucapnya.

Usai sidang ia mendapatkan pesan langsung dari Sri Mulyani bahwa topik yang ia angkat dalam tesisnya masih bisa di gali lebih dalam lagi.

Lalu apa yang sudah didapat di perkuliahan, dapat diterapkan khususnya untuk membangun daerah. Ia juga mengatakan jika ingin membuat kebijakan harus based on data.

"Menurut saya banyak orang- orang di Kalbar yang pintar- pintar, malah banyak yang jauh lebih pintar dari saya. Tinggal sekarang gimana caranya kita menggalinya," tambah Robby Maulana.

Ia mengatakan setelah semua yang ia jalani sampai sekarang kuncinya adalah
pantang menyerah dan selalu bersyukur.

"Saya dulu pernah gagal, pernah down berkali-kali, malah waktu pertama masok kuliah di UI saya tidak tau apa-apa dan rasa ingin berhenti," ujarnya.

Namun perlahan dirinya berusah bangkit dan ikhtiar. Robby Maulana berpesan untuk anak-anak muda di Kalbar untuk terus berjuang meraih cita- cita, karena semuanya tidak ada yang instan, dan butuh proses.

"Tinggal berapa besar usaha/ikhtiar kita dan yang penting terus belajar. Kalau kata orang pengalaman adalah guru yang terbaik," ujarnya.

Usai menyelesaikan pendidikannya ia akan kembali ke Kalbar dan kembali bekerja di instansi tempatnya bekerja yakni di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalbar

Ia juga siap ditempatkan dimana pun. Intinya ia ingin ikut membangun Kalbar yang merupakan tanah kelahirannya. Karena ia yakin Kalbar punya banyak potensi yang tidak ketinggalan dari daerah lain.

"Saya yakin Kalbar ni banyak sekali potensi. Dari segi SDM, Anak-anak muda Kalbar juga banyak yang cerdas dan inovatif dalam melihat peluang. Saya yakin Kalbar ke depannye bakal lebih maju," pungkasRobby Maulana.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved