BI Musnahkan Uang Lusuh Rp 2,7 Triliun

Menurut Eddy, Bank Indonesia secara reguler melakukan pemusnahan uang lusuh yang disetor dari perbankan menggunakan mesin peracik.

BI Musnahkan Uang Lusuh Rp 2,7 Triliun
Tribunnews.com
Ilustrasi Uang 

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang tahun 2019 lalu, memusnahkan Rp 2,7 triliun uang lusuh yang beredar di wilayah itu.

Hal itu disampaikan Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, dan Layanan Administrasi BI PerwakilanNTT Eddy Junaedi kepada sejumlah wartawan di Kupang, Sabtu (11/1/2020) kemarin.

“Uang lusuh sebanyak Rp 2,7 triliun yang kami musnahkan ini yan rusak, ada sangat kotor, bolong-bolong, maupun tempelan lem dan banyak coretan,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, Bank Indonesia secara reguler melakukan pemusnahan uang lusuh yang disetor dari perbankan menggunakan mesin peracik.

Selain itu, lanjut Eddy, uang lusuh juga disetor dari delapan kas titipan BI yang menyebar di Provinsi NTT yang kebanyakan didominasi pecahan kecil.

“Kalau yang pecahan kecil itu kami tidak olah lagi, karena biasanya sudah benar-benar rusak dan tidak layak beredar,” kata Eddy.

Selama 2019, kata Eddy, pihaknya menukar uang secara reguler melalui perbankan, kas titipan, maupun kas keliling pada 55 titik yang tersebar di NTT.

Eddy menyebut, kebiasaan masyarakat yang tidak menyimpan uang secara rapi menjadi salah satu penyebab uang rupiah cepat lusuh.

“Semestinya uang disimpan dalam dompet, tetapi kebiasaan masyarakat kita itu uang diremas lalu disimpan begitu saja dalam kantong pakaian sehingga cepat rusak,” katanya.

"Kami akan terus-menerus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencintai uang rupiah melalui Program Peduli dan Sadar Rupiah," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BI Musnahkan Uang Lusuh Rp 2,7 Triliun di NTT"
Penulis : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Farid Assifa

Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved