Advetorial

Pentas Seni Drama Musikal Bahasa Mandarin Pertama di Pontianak

Ratusan masyarakat dari etnis Tionghoa ikut hadir menyaksikan drama musikal tersebut dengan sangat antusias.

Pentas Seni Drama Musikal Bahasa Mandarin Pertama di Pontianak - pentas-seni1.jpg
ISTIMEWA
Pentas Seni Drama Musikal Bahasa Mandarin Pertama di Pontianak
Pentas Seni Drama Musikal Bahasa Mandarin Pertama di Pontianak - pentas-seni2.jpg
ISTIMEWA
Pentas Seni Drama Musikal Bahasa Mandarin Pertama di Pontianak

PONTIANAK - Kemeriahan malam acara pentas seni drama musikal bahasa Mandarin yang dihelat oleh Yayasan Kuning Agung berlangsung meriah di Pontianak Convention Center (PCC), Jumat (10/1/2020).

Ratusan masyarakat dari etnis Tionghoa ikut hadir menyaksikan drama musikal tersebut dengan sangat antusias.

Acara ini juga diisi kemeriahan penampilan dari penyanyi yang membawa lagu-lagu Mandarin dengan begitu energik.

Eddy Wongso alias Ng Khiok Sun juga mengaku sangat bangga dengan talenta muda yang sudah menampilkan aksinya di panggung dengan begitu ceria dan semangat.

Sambutan tepuk tangan dari para penonton yang hadir juga mengisi kemeriahan suasana. Penampilan pentas seni drama bahasa Mandarin ini merupakan kali pertama yang ada di Kota Pontianak.

Polda Kalbar BKO-kan Personel ke Jakarta, Tjhai Chui Mie Ajak Masyarakat Tionghua Berikan Apresiasi

"Saya senang, dengan banyaknya talenta muda ini agar kedepannya seni drama musikal tidak hanya sampai disini saja. Namun bisa juga diadakan oleh teman-teman yang lain agar bisa menghibur dan mengasah bakat mereka sejak kecil," ujar Eddy.

Drama musikal ini juga berawal dari hobinya sebagai pemain musik dan menciptakan lagu. Sejak itu pula ia mulai mencoba untuk membuat hal dan seni baru yang bisa dipertunjukkan oleh masyarakat dengan bahasa Mandarin.

"Banyak ucapan selamat kepada saya, karena hingga akhir acara, anak-anak teater tersebut bisa berperan dengan sangat baik. Walaupun kendala selama ini sering sekali ditemukan, namun hasilnya pada malam ini sungguh luar biasa seru," tuturnya.

Tidak hanya itu, sang sutradara, Dhafi Yunan juga mengaku sangat berterimakasih kepada seluruh kru dan pemain teater karena telah berani dan percaya diri.

"Dari awal latihan, mereka bukan berlatar belakang anak teater. Namun murni tidak mengerti bagaimana panggung teater. Sehingga, saya disini bersyukur karena penampilan malam ini bukan pada kesuksesan mereka untuk tampil, namun rasa percaya diri mereka dan kekompakan saat berada di panggung, itu yang saya lihat sangat berhasil," ujar sang sutradara.

Sebanyak 35 pemain teater tersebut juga ia latih kurang lebih enam bulan. Mulai dari SD hingga mahasiswa, semua bergabung dari nol dan percaya diri bahwa mereka pasti bisa memberikan yang terbaik.

"Sehingga itu yang membuat saya yakin, bahwa panggung teater itu adalah milik mereka. Dan kita lihat sendiri, semuanya menampilkan dengan baik dan tidak ada yang lupa dalam perannya masing-masing," sebut Dhafi.

Cerita dalam teater drama juga disebutkannya. Dalam teater tersebut menceritakan tentang KKN remaja di suatu desa, dan saat jauh dari orangtua banyak kerinduan yang muncul serta banyak pelajaran yang bisa mereka ambil bahwa selama ini banyak kesalahan yang sudah mereka lakukan kepada orangtua.

"Ceritanya cukup sederhana, intinya pesan yang disampaikan adalah kita harus benar-benar hormat dengan orangtua dan sayang kepada orangtua kita serta lingkungan sekitar. Karena saat jauh dari orangtua, banyak sekali kenangan yang tidak bisa lagi kita dapatkan, apalagi jika nanti orangtua sudah tidak ada saat kita jauh dari mereka," pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved