Komunitas Clean The City, Wadah Pecinta Lingkungan Bersih Pertama di Kalbar

Rizky Rafiq Achmad saat berbincang dengan Tribun Pontianak mengaku senang dengan adanya apresiasi kepada komunitas mereka.

Komunitas Clean The City, Wadah Pecinta Lingkungan Bersih Pertama di Kalbar
ISTIMEWA
Komunitas Clean the City, Wadah Pecinta Lingkungan Bersih 

PONTIANAK - Menjadi komunitas yang sadar akan kebersihan lingkungan, Clean the City (CtC) hadir pertama kali di Kalbar untuk mewadahi gerakan sadar lingkungan bersih.

Koordinator Wilayah Komunitas CtC Pontianak, Rizky Rafiq Achmad saat berbincang dengan Tribun Pontianak mengaku senang dengan adanya apresiasi kepada komunitas mereka.

CtC merupakan komunitas yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihannya. Edukasi yang di lakukan adalah dengan memberikan contoh kepada masyarakat dengan aksi membersihkan lingkungan dari sampah-sampah yang berserakan, serta memberikan contoh untuk membuang sampai pada tempatnya.

"Kita tahu, penekanan edukasi sadar lingkungan bersih itu harus terus kita laksanakan. Mengingat banyaknya jumlah sampah yang ada di jalanan akan menambah pemandangan yang buruk bagi daerah kita masing-masing, sehingga komunitas ini hadir sebagai wadah untuk mengajak masyarakat dan meningkatkan minat anggota akan kepentingan menjaga lingkungannya sendiri," ujarnya saat ditemui Tribun di cafe Blackpoint.

CtC juga mempunyai misi yang baik di Indonesia. Komunitas ini hadir berawal dari kesadaran pemuda dari remaja masjid Mubarak, Parung Bogor. Mereka sadar setiap momen pergantian tahun baru di Jakarta begitu menyisakan banyak sampah hingga mencapai >600 Ton.

Dengan begitu, kegiatan utama mereka merujuk pada malam pergantian tahun baru dengan membersihkan sisa-sisa sampah. "Saat itu pelaksanaan CtC hanya dilakukan di Monas. Dan diikuti sekitar 100 orang. Walaupun kontribusi kami sedikit, tetapi sangat diapresiasi oleh pengelola monas saat itu pada tahun 2015," tutur Rizky.

Sehingga, kedatang komunitas ini akhirnya bergerak dan menyebar ke seluruh penjuru daerah yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Pontianak dan daerah Kalbar lainnya.

Rizky juga mengatakan, virus-virus kebaikan tersebut akhirnya berkembang dan diharapkan bisa menularkan ke banyak masyarakat Indonesia,"pastinya ini virus kebaikan ya," guraunya.

Sejak saat itu, aksi kegiatan bersih-bersih sampah CtC diikuti oleh banyak partisipan yang mencapai 7.500 orang. Dengan gerakan sadar lingkungan bersih, Komunitas ini bukan hanya sekedar membersihkan sampah, tetapi lebih kepada membangun karakter SDM bangsa agar mencintai lingkungan bersih yang sehat.

"Terakhir aksi kami yang terbanyak pesertanya adalah kegiatan Clean the city pada awal tahun 2019, tercatat hampir 7.500 partisipan terlibat dalam kegiatan CtC yang diadakan serentak di 59 kota di seluruh Indonesia," tambahnya.

Terlebih, kegiatan ini sudah tahun kedua mereka lakukan juga di Kota Pontianak untuk melakukan aksi bersih-bersih dengan memungut sisa-sisa sampah pada malam pergantian tahun baru di sungai Kapuas.

"Kalau di Kota Pontianak sudah ada lebih 30 orang yang ikut berpartisipasi di tahun ini, biasanya kita juga mengajak dan melibatkan komunitas lain untuk bersama-sama membersihkan daerah-daerah yang sering dikunjungi masyarakat," sebutnya.

Dengan demikian, Rizky mengatakan semakin banyak anggota yang tergabung dengan komunitas CtC maka akan semakin baik, karena paling tidak anggota komunitas tersebut akan selalu menjaga lingkungan, agar selalu bersih.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved