Dua Orang Meninggal Akibat DBD 2019, Dinkes Kapuas Hulu Imbau Masyarakat Waspada Anak Demam Tinggi

Herberia menjelaskan bahwa, tahun 2019 kasus DBD di Kapuas Hulu menurun hanya 19 kasus, kalau di bandingkan tahun 2018

Dua Orang Meninggal Akibat DBD 2019, Dinkes Kapuas Hulu Imbau Masyarakat Waspada Anak Demam Tinggi
Ilustrasi
Demam Berdarah

KAPUAS HULU - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Herberia Karosekali mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila anak mengalami panas tinggi, agar segera dibawa ke Puskesmas terdekat.

"Jadi jangan tunggu lama-lama sakitnya. Supaya segera di bawa ke Puskesmas untuk diketahui apa penyakitnya, apakah terkena demam berdarah (DPD) atau lainnya. Jangan tunggu sudah parah baru dibawa ke Puskesmas," ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/1/2020).

Herberia menjelaskan bahwa, tahun 2019 kasus DBD di Kapuas Hulu menurun hanya 19 kasus, kalau di bandingkan tahun 2018 sebanyak 472 kasus.

"Tapi meningkat tahun 2019 yaitu ada yang memakan korban jiwa akibat DBD sebanyak 2 orang," ucapnya.

Maka dari itu kedepannya tahun 2020 ini, Dinas Kesehatan Kapuas Hulu akan terus berupaya meningkatkan sosialisasi tentang bahayanya penyakit DBD.

Angka Kasus DBD di Kapuas Hulu Menurun Tapi Angka Kematian Meningkat

"Kita terus sosialisasi ke masyarakat, dan meningkatkan juru pemantau jentik nyamuk," ucapnya.

Herberia menuturkan, tahun 2019 juru pemantau jentik nyamuk hanya ada di dua kecamatan, kedepannya tahun 2020 manimal dua desa setiap kecamatan.

"Terutama desa atau kelurahan di kecamatan, karena disana biasa rawan terkena DBD," ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Herberia Karosekali menyatakan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kapuas hulu tahun 2019 jumlah kasus penderita demam berdarah (DBD) di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu hanya sebanyak 19 kasus.

"Namun kalau dibandingkan dengan kasus DBD tahun 2018 menurun. Karena jumlah tahun 2018 sebanyak 472 kasus. Tapi angka kematian akibat dari DBD meningkatkan. Dimana tahun 2018 tidak ada korban jiwa, namun 2019 malah memakan korban jiwa sebanyak 2 orang," ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Dalam hal tersebut, jelas Herberia, tahun 2020 pihaknya akan terus berupaya meningkatkan sosialisasi tentang bahayanya penyakit DBD.

"Kita terus sosialisasi ke masyarakat, dan meningkatkan juru pemantau jentik nyamuk," ucapnya.

Herberia menuturkan, tahun 2019 juru pemantau jentik nyamuk hanya ada di dua kecamatan, kedepannya tahun 2020 manimal dua desa setiap kecamatan.

"Terutama desa atau kelurahan di kecamatan, karena disana biasa rawan terkena DBD," ungkapnya.

Berita data penderita demam berdarah Perpuskesmas di Kapuas Hulu tahun 2020, Putussibau Utara 6 kasus dan korban kematian sebanyak 1 orang, Putussibau Selatan ada 6 kasus, angka kematian akibat DBD kosong, Kalis 2 kasus korban kematian kosong, Bunut Hulu ada 1 kasus, Boyan Tanjung 1 kasus, Silat Hilir 1 kasus dan 1 korban meninggal dunia akibat DBD, dan Embaloh Hulu ada 1 kasus.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved