Rentan Pencurian di Laut Natuna! Menteri Edhy Prabowo Ajak Rangkul Nelayan Perkuat Zona Eksklusif

Setelah itu , Edhy langsung meninjau langsung 3 kapal ikan asing berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat meninjau langsung 3 kapal ikan asing berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak, Kamis (9/1/2020).// 
PONTIANAK - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat dengan tujuan memberikan semangat kepada aparat untuk terus berantas illegal fishing.

Kunker dibuka dengan melakukan Konferensi Pers Penangkapan Kapal Asing Ilegal di Laut Natuna Utara yang diselenggarakan di Stasiun PSDKP Pontianak Jl. Moh. Hatta, Sungai Rengas, Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Kamis (9 /1/2020).

Saat melakukan Konferensi Pers juga dihadiri oleh Inspektur Jenderal KKP, Gubernur Kalbar, H Sutarmidji, Kejati Kalbar, Kakor Polairud, Kapolda Kalbar, Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Asops Kasal, Pangdam XII TPR, Bakamla, Ketua Pengadilan Tinggi Kalbar.

Setelah itu , Edhy langsung meninjau langsung 3 kapal ikan asing berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak. 

 

Menteri KKP Edhy Prabowo Tinjau 3 Kapal Ilegal Fishing di PSDKP Pontianak


"Kunker ini dilakukan dalam rangka mengkonsolidasi kekuatan yang kita miliki. Kita sudah melakukan tugas besar melihat teman-teman di laut pada tanggal 30 melakukan penangkapan ilegal fishing," ujarnya.

Ia mengatakan di era pemimpinannya sudah melakukan penangkapan sebanyak 7 kapal dengan 3 kejadian.

"Ini terjadi karena adanya kerjasama dan kepedulian masyarakat di lapangan bisa dilakukan lewat mana saja dan itu tidak masalah ," ujarnya

Ia berharap pemerintah selalu ada dan hadir dalam menangani pencurian ini. Ia sampaikan kedepan akan terus bahu membahu melakukan penanganan penjagaan laut.

"SDA kita terlalu besar untuk apalagi sampai dicuri orang dan ini harus dijaga Kedepan kami berharap Pemda ikut berpartisipasi, sebagaimana nelayan Kalbar akan diperkuat untuk mengisi zona eksklusif," katanya

Ia sampaikan kepada Gubernur Kalbar, H Sutarmidji  bahwa  nelayan di Kalbar punya kemampuan namun masih tersendat pada perizinan nelayan. Ia katakan bahwa dari pusat siap menanganinya. 
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo menuju Pontianak, Kalimantan Barat usai mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (8/1/ 2020.)

Dalam siaran pers resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Menteri Edhy bertolak ke Pontianak dalam rangka meninjau langsung tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam yang ditangkap di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, pekan lalu.

Ketiga kapal tersebut masing-masing bernomor: KG 95118 TS dengan jumlah awak kapal sebanyak 5 orang; KG 94629 TS, dengan jumlah awak kapal sebanyak 18 orang; dan KG 93255 TS, jumlah awak kapal sebanyak 13 orang.

 Jokowi Tinjau Kapal Perang di Natuna, Tegaskan Hak Berdaulat Indonesia di ZEE

Awak besarta kapalnya kini telah diamankan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Periknan (PSDKP) Pontianak, di desa Sui Rengas, Kubu Raya

Kepala Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo, sebelum meninjau kapal beserta awaknya yang ditangkap, Menteri Edhy akan terlebih dahulu menggelar konferensi pers bersama Asops KASAL, Kakor Polairud, Deputi Ops Lat Bakamla, dan Direktur HPK Kementerian Luar Negeri.

Tak hanya itu, Menteri Edhy beserta rombongan juga dijadwalkan akan melihat secara langsung penangkaran ikan arwana di Jalan Kemuning, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya dan selanjutnya berkunjung ke tambak udang di Kuala Secapah, Mempawah Hilir.

Sebelumnya, Menteri Edhy mendampingi Presiden Joko Widodo menemui ratusan nelayan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Pelabuhan Perikanan Selat Lampa Natuna, Kabupaten Natuna.

Presiden dan KKP ingin memastikan bahwa SKPT yang telah beroperasi setelah menjalani masa pembangunan selama kurang lebih empat tahun tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh para nelayan dan menjadi pusat ekonomi baru, utamanya untuk sektor kelautan dan perikanan di Natuna.

SKPT Selat Lampa mulai beroperasi pada Oktober 2019 lalu. Presiden berharap agar para nelayan dapat mengelola fasilitas tersebut dengan baik dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi optimalisasi potensi perikanan di daerah setempat.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved