Diminta Perbaiki Jembatan di Sungai Buluh, Kadis PU Sintang: Coba Cek ke BPBD

Murjani menyebut, apabila sudah ditangani oleh satu OPD dalam hal ini BPBD, maka Dinas PU tidak boleh ikut campur.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
BANGUN JEMBATAN: warga Desa Sungai Buluh gotong royong membangun jembatan seadanya. Menggunakan balokan kayu, papan dan drum. Menurut informasi, tahun ini jembatan tersebut akan diperbaiki. 

SINTANG - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang diminta bersama BPBD Sintang untuk segera memperbaiki jembatan Sungai Jelimpau di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Tempunak, oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno.

“Itu di BPBD. Cek ke BPBD aja,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Murjani kepada Tribun Pontianak, Kamis (9/1/2020).

Murjani menyebut, apabila sudah ditangani oleh satu OPD dalam hal ini BPBD, maka Dinas PU tidak boleh ikut campur.

“Coba cek ke bpbd dulu (ke BPBD). Biasanya jika sudah salah satu OPD yang menangani, ndak boleh OPD lain,” sebut Murjani.

Posisi Lobang Baut Diduga Jadi Penyebab Robohnya Jembatan Gantung di Melawi

Untuk diketahui, jembatan Sungai Jempal rusak akibat diterjang banjir pada tahun 2017 silam.

Jembatan tersebut merupakan akses penghubung dari Desa Sungai Buluh dan Desa Gurung Mali, sekaligus jembatan penghubung antara Kecamatan Tempunak dan Sepauk.

Pada tahun lalu, warga Desa Sungai Buluh gotong royong membangun jembatan seadanya.

Menggunakan balokan kayu, papan dan drum. Menurut informasi, tahun ini jembatan tersebut akan diperbaiki. 

Jarot Minta Segera Perbaiki

Bupati Sintang, Jarot Winarno meminta jembatan Sungai Jelimpau yang ada di Desa Sungau Buluh, Kecamatan Tempunak, segera diperbaiki oleh BPBD dan Dinas PU Kabupaten Sintang.

“BPBD dan PU Sintang harus segera mengatasi jembatan sungai buluh. Masyarakat meniti jembatan rusak,” pinta Jarot, Kamis (9/1/2020). 

Selain itu, Jarot juga meminta seluruh dinas terkait, tidak hanya BPBD dan PU agar cepat tanggap dengan laporan masyarakat.

Menurutnya, seorang pejabat harus punya Sense Of Emergency.

“Kita harus punya cepat tanggap. Setiap hari kita lihat postingan di medsos jalan hancur, berlumpur karena musim hujan, sehingga arus barang, jasa dan orang terganggu. Itu agar segera di atasi,” jelas Jarot.

Kegawatdarutan infrastruktur di Kabupaten Sintang menurut Jarot perlu cepat diatasi.

Menurutnya, masih banyak infrastruktur jalan yang rusak, seperti di Kecamatan Tempunak, Sepauk, juga Serawai.

“Jangan matikan HP. WA harus aktif biar memudahkan koordinasi,” pinta Jarot. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved