Kronologi Pembunuhan Hakim Medan Jamaludin, Coffee Town Ringroad Medan Jadi Saksi Bisu

Uang itu untuk membeli 1 ponsel kecil, 2 pasangan sepatu, 2 potong kaos, dan 1 sarung tangan.

KOMPAS.COM/DEWANTORO
Seseorang melintas di depan mobil Prado milik Jamaludin dan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Reza saat membuang jasad korban ke Kutalimbaru, Deli Serdang. 

Misteri pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin (55) akhirnya terungkap.

Aparat kepolisian menetapkan istri Jamaludin, Zuraida serta dua orang lainnya, Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29) sebagai tersangka.

Penetapan tersangka juga menguak misteri kronologi pembunuhan Jamaludin.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan kronologi pembunuhan bermula dari percekcokan antara Jamaludin dan Zuraida.

Cek-cok itu, menurut Martuani tak bisa didamaikan.

Akhirnya, istri korban berinisiatif membunuh suaminya.

Siasat kemudian dibuat oleh Zuraida bersama teman lelakinya, Jefri Pratama (42).

Pria di Ngabang Kedapatan Kuasai Sabu-sabu, Iptu Batman: Kita Tangkap di Rumahnya

Pada tanggal 25 November 2019, keduanya bertemu di Coffee Town, di Ringroad Medan untuk merencanakan pembunuhan.

Mereka mengajak Reza dan selanjutnya setelah sepakat dengan rencana tersebut, kemudian Zuraida memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada Reza.

Uang itu untuk membeli 1 ponsel kecil, 2 pasangan sepatu, 2 potong kaos, dan 1 sarung tangan.

Halaman
1234
Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved