24 Orang Tewas Tenggelam dan Faktor Alam Tahun 2019 di Kapuas Hulu

Hatta jumlah warga Kapuas Hulu meninggal dunia akibat tenggelam ke sungai, sebanyak 7 orang korban.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
jenazah korban sesaat setelah diketemukan oleh tim SAR 

KAPUAS HULU - Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kapuas Hulu, Muhammad Hatta menyatakan sejak tahun 2019 jumlah nyawa masyarakat Kapuas Hulu meninggal (tewas) akibat tenggelam, faktor alam (tanah longsor) dan hilang ditemukan sudah meninggal cukup banyak.

"Data yang kami dapat ada 24 orang meninggal dunia, baik tenggelam di sungai, tanah longsor, dan hilang akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia," ujarnya kepada Tribun, Selasa (7/1/2020).

Sedangkan tahun 2018 kemarin, jelas Hatta jumlah warga Kapuas Hulu meninggal dunia akibat tenggelam ke sungai, sebanyak 7 orang korban.

"Jadi setiap tahun angka kematian masyarakat yang kecelakaan baik karena tenggelam, faktor alam atau tanah longsor, dan hilang akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia, semakin bertambah," ucapnya.

Ibu Muda Tewas Gantung Diri di Minimarket, Adik Lihat Korban Tergantung di Kamar Lantai Atas

Dengan ini dihimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, supaya harus tetap berhati-hati dalam melakukan aktivitas, baik bekerja di luar rumah seperti di sungai, dan hutan.

"Marilah kita sama-sama menjaga keselamatan diri sendiri, dari kecelakaan tengelam, korban longsor dan sebagainya," ujarnya.

Hatta menuturkan, ia mengapresiasi sejumlah elemen masyarakat setiap ada kejadian warga tenggelam, hilang dan banjir semuanya kompak untuk sama-sama menjadi relawan untuk kepentingan sosial.

"Memang banyak sekali tantangan dan kekurangan dalam menjalankan tugas sosial," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved