Dokter Beberkan Cara Penyebaran Kanker ke Organ Tubuh Ria Irawan hingga Meninggal Dunia

dokter melakukan biopsi dan menemukan bahwa kanker Ria ternyata sudah menyebar ke kelenjar getah bening bagian panggul

Dokter Beberkan Cara Penyebaran Kanker ke Organ Tubuh Ria Irawan hingga Meninggal Dunia
Kolase tangkapan layar YouTube Indosiar dan Instagram.com/@riairawan
Kondisi kesehatan Ria Irawan kembali menurun, setelah sempat dinyatakan sembuh dari penyakit kanker getah bening yang dideritanya. 

Seorang artis Indonesia Ria Irawan meninggal dunia pada hari Senin (6/1/2020) pada pukul 4 subuh akibat kanker rahim yang menggerogoti organ tubuhnya.

Ria Irawan pertama kali didiagnosis denan kanker endometrium atau kanker dinding rahim, sehingga menjalani operasi pengangkatan rahim pada 30 September 2014.

Saat operasi, dokter melakukan biopsi dan menemukan bahwa kanker Ria ternyata sudah menyebar ke kelenjar getah bening bagian panggul.

Ria pun menjalani kemoterapi dan pada tahun 2014, kanker getah bening yang diidapnya dinyatakan sembuh. Dia bahkan aktif bermain film hingga 2019.

Tangis Mayky Wongkar Pecah saat Antar Ria Irawan ke Peristirahatan Terakhir

Sayangnya, kabar buruk kembali menerpa Ria. Pada pertengahan 2019, Ria kembali sakit kanker. Kali ini, penyakitnya bahkan sudah menjalar ke paru-paru hingga otak.

Riwayat perjalanan penyakit Ria mungkin membuat banyak orang bertanya-tanya. Bagaimana kanker yang sudah dinyatakan sembuh bisa kambuh kembali, bahkan menyebar hingga ke mana-mana?

Adakah kanker yang sembuh?

Untuk mendapatkan jawabannya, Kompas.com menghubungi dr. Denny Handoyo Kirana, Sp.Onk.Rad, seorang Dokter Onkologi Radiologi, pada Senin (6/1/2020).

Denny menjelaskan bahwa banyak orang sering salah kaprah menyebutkan kanker sembuh. Padahal, istilah sembuh dari kanker kurang tepat, yang benar adalah terkontrol.

"Artinya, orang yang punya kanker tetap punya risiko untuk kambuh. Makanya orang kalau pernah kena kanker, dokternya pasti bilang, 'Kontrol lagi ya'. Ada yang tiga bulan, ada yang setahun sekali. Jadi kalau ada kekambuhan, bisa segera diobati dan tidak menjadi bahaya," ujarnya.

 Senada dengan Denny, Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pernah menjelaskan bahwa kanker terdiri dari banyak sel.  Apabila ada sel kanker yang terlewat dari sasaran kemoterapi, meskipun hanya satu, sel tersebut bisa berkembang dan memunculkan kanker lagi.
Halaman
123
Editor: Madrosid
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved