Peringatan Dini BMKG- Waspada Cuaca Ekstrem Landa Kalbar, Hujan Deras dan Petir Efek Cold Surge  

"Ya gimana enggak gatal-gatal, baju saya enggak pernah diganti sejak banjir kemarin, mau mandi juga enggak tahu dimana

Kolase
Peringatan Dini BMKG 

JAKARTA  - Hujan ekstrem akan melanda wilayah Kalbar dipicu fenomena alam cold surge atau seruak dingin yang masuk melalui Laut Cina Selatan (LCS) dan akhirnya berlabuh di Samudera Pasifik.

“11 hingga 15 Januari 2020 diprakirakan pergerakannya masuk ke Kalimantan Barat. Ini terus bergerak ke arah Timur melewati bagian Selatan lalu ke Kalimantan bagian Timur, akhirnya mampir di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di Gedung BPPT 2, Jakarta Pusat, Jumat (3/1) sore.

Cold surge ini merupakan aliran udara dingin yang berasal dari daratan Asia kemudian menjalar memasuki wilayah Indonesia bagian Barat.

Ia kemudian menambahkan bahwa fenomena ini biasa terjadi saat Asia memasuki musim dingin, yakni di wilayah Cina atau dataran Tibet serta Hong Kong.

"Ini pengaruh dari perbedaan tekanan udara yang ada di Cina atau Tibet dengan Hong Kong. Bayangkan ada di Cina, Tibet, Hong Kong, pengaruhnya sampai Jabodetabek," jelas Dwikorita.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko menambahkan, meningkatkan curah hujan diawal tahun ini masih cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia berujar, potensi curah hujan yang cukup signifikan ini terjadi di Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, termaksud Kalimantan.

"Periode antara tanggal 5 -10 Januari ada indikasi potensi curah hujan yang cukup signifikan tidak hanya di wilayah Sumatra bagian selatan, tapi Jawa, Bali dan Nusa tenggara juga, termasuk di Kalimatan bagIan selatan, Sulawesi dan seterusnya," ujar Hary, Sabtu (4/1).

Untuk wilayah Jabodetabek, Hary mengatakan curah hujan di bulan Januari di dominasi oleh curah hujan dengan intensitas tinggi, berbeda dengan curah hujan di bulan September tahun lalu.

"Intensitas tinggi itu di atas 300 mm/perbulan, bulan Februari dan Maret juga sama," ujarnya

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved