Vonis Hukuman Mati Pemutilasi PNS Komsatun Wachidah, Deni Priyanto Tertunduk & Menangis Dengar Hakim

Deni Priyatno hanya bisa menangis mendengar vonis mati yang dijatuhkan padanya atas kasus mutilasi dan pembakaran potongan tubuh PNS.

Vonis Hukuman Mati Pemutilasi PNS Komsatun Wachidah, Deni Priyanto Tertunduk & Menangis Dengar Hakim
TribunMataram Kolase/ (KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
Vonis Hukuman Mati Pemutilasi PNS Komsatun Wachidah, Deni Priyanto Tertunduk & Menangis Dengar Hakim 

Deni Priyatno hanya bisa menangis mendengar vonis mati yang dijatuhkan padanya atas kasus mutilasi dan pembakaran potongan tubuh PNS.

Pandangannya tertunduk tatkala hakim membacakan putusan hukuman padanya.

Vonis dijatuhkan majelis hakim yang terdiri dari Abdullah Mahrus, Tri Wahyudi, dan Randi Jastian Afandi, saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (2/1/2020).

Vonis tersebut sama dengan tuntutan dari anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyumas Antonius.

Sidang lanjutan kasus mutilasi dengan terdakwa Deni Priyanto (37) di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2019).(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
Sidang lanjutan kasus mutilasi dengan terdakwa Deni Priyanto (37) di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2019).(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN) ()

Terdakwa dituntut Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 181 KUHP, dan Pasal 362 KUHP.

Deni hanya bisa tertunduk dan menangis ketika majelis hakim membacakan putusan.

Seusai sidang, Deni langsung dibawa petugas ke mobil tahanan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan pembunuhan berencana dan menyembunyikan mayat dan melakukan pencurian. Menjatuhkan pidana dengan pidana mati," kata Hakim Ketua Abdullah Mahrus saat membacakan amar putusan.

Beberapa hal yang memberatkan terdakwa antara lain, perbuatan yang dilakukan merupakan perbuatan keji.

Selain itu, terdakwa pernah dihukum dalam kasus pencurian dan penculikan.

Saat ini terdakwa juga masih menjalani masa pembebasan bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto atas kasus penculikan.

Mahrus mengatakan, tidak ada hal yang meringankan terdakwa. Terdakwa dan JPU diberi waktu selama tiga hari untuk melakukan banding.

Diberitakan sebelumnya, Deni warga Desa Susukan Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, membunuh teman wanitanya, Komsatun saat sedang berhubungan intim di salah satu indekos di Bandung, Minggu 7 juli 2019.

Halaman
1234
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved