DISINFORMASI

CEK FAKTA - Jokowi: Lebih Mudah Atasi Banjir Jika Saya Presiden Kalau Gubernurnya Ahok Bukan Anies

Pengubahan narasi baik dengan menambah ataupun mengurangi kata sangat berpotensi menimbulkan tafsir yang keliru.

CEK FAKTA - Jokowi: Lebih Mudah Atasi Banjir Jika Saya Presiden Kalau Gubernurnya Ahok Bukan Anies
kominfo.go.id
CEK FAKTA - Jokowi: Lebih Mudah Mengatasi Banjir Jika Saya Presiden Kalau Gubernurnya Ahok Bukan Anies. 

Jokowi: Macet dan Banjir Lebih Mudah Diatasi jika Jadi Presiden (Artikel terbit di Kompas.com 24/03/2014, pukul 15:53 WIB)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, permasalahan kemacetan dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika dia menjadi presiden.

Seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

Jokowi menilai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan bisa menanggulangi kemacetan dan banjir tanpa bantuan daerah lain karena salah satu sumber penyebab terjadinya dua masalah klasik Jakarta tersebut juga berasal dari daerah-daerah penyangganya.

"Seharusnya lebih mudah (mengatasi kemacetan) karena kebijakan transportasi itu harusnya tidak hanya Jakarta, tapi juga Jabodetabek. Itu seperti halnya dengan masalah banjir. Banjir tidak hanya masalah Jakarta karena 90 persen air yang menggenangi Jakarta itu justru berasal dari atas (Bogor). Semua pengelolaan 13 sungai besar yang ada di Jakarta juga semuanya kewenangan pemerintah pusat," papar Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (24/3/2014).

Jokowi menjamin, seluruh perencanaan transportasi yang telah dicanangkannya selama menjabat sebagai DKI-1 tidak akan terbengkalai jika nantinya ia menjabat sebagai RI-1.

Ke depannya, Jokowi ingin agar Jakarta memiliki banyak moda transportasi.

Saat ini, Jakarta tengah dalam tahap upaya membangun MRT, monorel, menambah tiga koridor transjakarta, dan yang terbaru, membangun metro kapsul.

Untuk nama terakhir, kata Jokowi, pihaknya saat ini masih mempertimbangkan dan mempelajari jenis transportasi yang diusulkan oleh PT Perkakas Rekadaya Nusantara (PT PRN).

Jokowi mengaku tertarik karena PT PRN menawarkan nilai investasi yang kecil.

Halaman
123
Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved