Anies Bisa Contoh Program Naturalisasi Sungai Singapura, Sukses Atasi Banjir & Sulap Air Jadi Jernih

Lewat program ABC Waters Programme, pada tahun 2006 pemerintah Singapura sukses menyulap Sungai Kallang di Bishan-Ang Mo Kio Park menjadi bersih.

Anies Bisa Contoh Program Naturalisasi Sungai Singapura, Sukses Atasi Banjir & Sulap Air Jadi Jernih
Tribunnews/Irwan Rismawan
Anies Bisa Contoh Program Naturalisasi Sungai Singapura, Sukses Atasi Banjir & Sulap Air Jadi Jernih 

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan punya program unggulan naturalisasi dalam menata sungai-sungai di ibu kota. Singapura bisa menjadi contoh dalam program naturalisasi sungainya.

Karena, dalam perkara menata sungai untuk mengatasi banjir, Singapura bisa jadi contoh terbaiknya. Negara tetangga ini terbilang sukses dalam mengelola air, salah satunya lewat program naturalisasi.

Lewat program ABC Waters Programme, pada tahun 2006 pemerintah Singapura sukses menyulap Sungai Kallang di Bishan-Ang Mo Kio Park menjadi jauh lebih bersih, sekaligus sebagai sungai andalan pengendali banjir.

Dilansir Harian Kompas, 6 Mei 2019, proyek ini dikerjakan oleh Public Utilities Board. Pemerintah Singapura mengubah aliran Kali Kallang dari kanal beton, menjadi sungai yang meliuk alami dengan bantaran hijau.

Jakarta Banjir - Peringatan Dini BMKG Umumkan Wilayah Diprediksi Hujan Instensitas Tinggi dan Eksrem

Teknik dan perencanaannya begitu rumit, tak sekadar membersihkan dan menanami tepian sungai dengan tanaman produktif.

Sekitar 10 tipe teknik bio-engineering diterapkan di sana. Percobaannya saja memakan 11 bulan, dengan menanami tanaman di bantaran sungai.

Meg (65), salah seorang warga Ang Mo Kio, Singapura, saat ditemui di tepi Sungai Kallang mengatakan, dirinya senang menyaksikan perubahan Sungai Kallang.

"Di pinggir sungai di sini tidak pernah ada pemukim sejak 1960-an. Orang bisa coba-coba bangun rumah di pinggir sungai, pasti pemerintah akan tegas melarang,” kata Meg.

Dia antusias bercerita soal keluarga berang-berang (otter) yang sering mampir ke sana.

”Itu tanda sungai sudah bersih dan sehat lingkungannya. Dulu masih berpolusi, jadi berang-berang juga tak ada di sini,” katanya.

Halaman
123
Editor: Haryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved