Breaking News:

VIDEO: Sutarmidji Nilai Pemekaran Provinsi Salah Satu Solusi Cegah Peredaran Narkoba

Sudah waktunya Kalbar di mekarkan menjadi 2 atau 3 Provinsi lagi, sehingga pengawasan terhadap wilayah perbatasan semakin baik.

PONTIANAK - Sepanjang tahun 2019, Polda Kalbar telah menangani sebanyak 728 kasus, jumlah tersebut berkurang sebanyak 58 perkara dibandingkan tahun 2018, Selasa (31/12/2019).

Kemudian, dari sejumlah kasus yang terjadi selama 2019, pihak kepolisian mengamankan sebanyak 970 tersangka, turun 59 tersangka dibandingkan tahun 2018.

Kendati jumlah kasus dan tersangka narkoba yang datangani Polda Kalbar menurun dari tahun sebelumnya, namun jumlah barang bukti narkoba pada tahun 2019 lebih banyak di bandingkan pada tahun 2018.

Tercatat, Pada tahun 2018 jumlah barang bukti jenis sabu yang disita oleh Polda Kalbar sebanyak 36.263 gram dan jenis ekstasi 5.568 butir.

Kapolda Kalbar ‎Beberkan Hasil Kinerja Tahun 2019, Kasus Kejahatan Turun Hingga 16.55 Persen

Sedangkan di tahun 2019 barang bukti yang disita jenis shabu 113.528 gram (meningkat 213%) dan jenis ekstasi 30.772 butir (meningkat 452%).

Gubernur Kalbar Sutarmidiji menyampaikan bahwa perbatasan Indonesia Malaysia merupakan perbatasan terpanjang.

Hal ini lah yang menurutnya menyebabkan narkoba rentan masuk ke Indonesia melalui jalur tersebut.

Hal ini di sampaikannya saat menghadiri konferensi pers kinerja Polda Kalbar sepanjang 2019 sekaligus pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Kalbar, Selasa (31/12/2019).

"Perbatasan kita itu (Kalbar) paling panjang, kalau Papua itu cuman 777 km dengan Papua Nugini, kita itu 972 km panjang batas, sementara dari Malaysianya sendiri tidak ketat dalam mengawasi peredaran ini," katanya.

Midji tidak menampik hukuman terkait narkoba di Malaysia lebih berat, namun ia menilai bahwa Malaysia tidak ketat dalam mengawasi peredaran narkoba.

Oleh sebab itu, menurut mantan walikota Pontianak itu sudah waktunya Kalbar di mekarkan menjadi 2 atau 3 Provinsi lagi, sehingga pengawasan terhadap wilayah perbatasan semakin baik. 

Selengkapnya simak video di atas. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved