VIDEO: Polda Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Waspada Ada Narkoba Jenis Baru Beredar di Kalbar

dimana saat itu Satgas Pamtas mengamankan 2 (dua) orang di jalur tikur perbatasan Indonesia Malaysia pada 12 Desember 2019 lalu.

PONTIANAK- Sebanyak 30,65 Kg narkotika jenis sabu dan 113,92 gram Narkotika jenis Synthetic Cannabinoid (NPS) bahan ada dasar tembakau gorilla di musnahkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda kalbar.  Selasa (31/12/2019).

Narkoba jenis Synthetic Cannabinoid Bahan baku tembakau Gorilla merupakan narkoba jenis baru, dan baru pertama kali ini ditemukan di Kalbar.

Bertempat di halaman mapolda kalbar, puluhan kilogram barang haram itu di musnahkan dengan cara di bakar menggunakan mesin incenerator.

Polda Kalbar Gelar Konferensi Pers Akhir 2019, Kasus Tipikor Menurun, Karhutla Meningkat

Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Pangdam XII Tanjungpura beserta tamu undangan pun membongkar seluruh narkoba barang bukti tersebut dan memasukkannya kedalam plastic hitam besar lalu membakar seluruh barang bukti tersebut didalam tungku mesin Incenerator.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombespol Gembong Yudha menjelaskan bahwa puluhan kilogram narkoba tersebut berasal dari 2 (dua) kasus yang berbeda.

Narkoba jenis sabu seberat 30,65 kilogram merupakan barang bukti narkoba dari limpahan pihak Satgas Pamtas Yonif Raider 641/BRU, dimana saat itu Satgas Pamtas mengamankan 2 (dua) orang di jalur tikur perbatasan Indonesia Malaysia pada 12 Desember 2019 lalu.

Dari kasus tersebut pihaknya mengamankan 2 (dua) orang tersangka laki – laki dan perempuan yang masing – masing berinisial EF dan MT.

Kombespol  Gembong Yudha menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan selanjutnya yakni Synthetic Cannabinoid (NPS), merupakan salah satu narkoba jenis baru di Indonesia, dan kasus narkoba jenis ini baru pertama kali didapatkan di Kalimantan barat.

Narkoba tersebut didapat dari dua orang tersangka yakni MH (27) yang merupakan warga Pontianak dan AR (22) Warga Bandung.

Untuk modus pembelian barang haram itu, Kombespol gembong mengungkapkan bahwa pelaku memesan melalui website kepada pemasok di Belanda, proses pembayaran barang haram inipun tidak menggunakan uang seperti biasanya, namun metode pembayaran yang digunakan menggunakan Bitcoin.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved