Dewan Mempawah Minta Pengungkapan Kasus Narkoba Hingga ke Tertangkapnya Bandar

Menurutnya kepolisian perlu memutus jalur narkotika yang ada di Mempawah agar penyebaran narkotika di Mempawah bisa dihentikan.

TRIBUNPONTIANAK/Try Juliansyah
Polres Mempawah menggelar Press Release terkait hasil Anev kasus yang ditangani polres Mempawah selama 2019, Sabtu (31/12/2019). 

MEMPAWAH - Anggota DPRD Mempawah, Muhaidi Ja'far menilai perlu komitmen dari pihak kepolisian dalam menekan tingginya angka narkotika dan perjudian di Mempawah.

Menurutnya kepolisian perlu memutus jalur narkotika yang ada di Mempawah agar penyebaran narkotika di Mempawah bisa dihentikan.

"Kepolisian jangan tebang pilih, karena selama ini hanya pemakainya saja yang diungkap, sementara bandarnya jarang sekali di tangkap," ujarnya.

Tahun 2019 BNNK Sanggau Rehabilitasi 34 Pecandu Narkotika, Terbanyak dari Kaum Milenial

Termasuk pula menurutnya tindak kejahatan berupa perjudian, haruslah diusut tuntas sehingga tak ada lagi perjudian di Mempawah.

"Selama ini memang selalu ada yang diamankan untuk perjudian, namun masih selalu saja masih ada kasus perjudian di Mempawah. Harus ada efek jera agar kasus-kasud kriminalitas seperti ini bisa ditekan dan dihentikan," pungkasnya.

Narkotika dan Perjudian Meningkat

Polres Mempawah menggelar Press Release terkait hasil Anev kasus yang ditangani polres Mempawah selama 2019, Sabtu (31/12/2019).

Kapolres Mempawah AKBP Tulus Sinaga, mengatakan selama periode 2019 kasus yang mengalami peningkatan dari 2018 diantaranya kasus narkotika dan perjudian.

"Ada penurunan jumlah kasus kejahatan yang ditangani polres Mempawah di tahun 2019 ini jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu begitu juga dengan penyelesaian perkaranya."

"Sementara kasus kejahatan yang paling dominan terjadi di tahun 2019 ini yaitu kasus narkotika dan kasus perjudian," ujar Kapolres.

Halaman
12
Penulis: Try Juliansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved