Tanggulangi Ribuan Korban Bencana, Dinas Sosial Kalbar Drop Persediaan Logistik ke 10 Daerah

Persediaan Logistik dikatakanya juga sudah didroping di 10 kabupaten/kota terdiri Kabupaten Mempawah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
TNI AD membangun kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini Bank Mandiri dan PT. PLN Persero dalam rangka pengiriman bantuan korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala. 

PONTIANAK - Tahun 2019 dari Januari hingga Desember jumlah korban bencana yang ditangani oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat dan tingkat Kabupaten Kota mencapai 6.136 KK dengan 24.303 jiwa.

Kepala Dinas Sosial Kalimantan Barat , Yuline Marhaeni mengatakan masih ada terdapat korban bencana yang belum mendapat bantuan dan penangan tetapi sudah ditawarkan beras namun ada yang belum merespon, seperti Kecamatan Kayan Hilir, 11 desa di Sintang, dan Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu.

Persediaan Logistik dikatakanya juga sudah didroping di 10 kabupaten/kota terdiri Kabupaten Mempawah, Singkawang, Sambas, Landak, Sanggau,Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu, dan Kubu Raya.

Yuline mengatakan, terkait pemberian bantuan kepada daerah di Kalbar yang terkena bencana, pihak Dinsos Provinsi Kalbar masih menunggu surat dari Dinas Sosial kabupaten/kota.

Ketapang Terima Bantuan Bencana Banjir Dari BNPB dan Gubernur Kalbar

"Setelah itu akan ditindak lanjuti, kalau bisa drop barang langsung ke lokasi. Biasa kami kalau memang bisa dijangkau biasanya turun langsung ke lapangan," ujarnya saat menghadiri kegiatan pemaparan penanggulangan bencana di Kalbar yang dilaksanakan oleh Humas dan Protokoler Kalbar di kantor Gubernur Kalbar, Jumat (27/12/2019).

Ia mengatakan biasanya bantuan yang diberikan berupa makanan, beras dan bahan pokok lainnya yang ada di logistik untuk di antar ke titik posko bencana dan langsung di terima oleh badan penanggulangan bencana daerah dan Dinsos kabupaten atau kota.

Sedangkan untuk jumlah biaya dalam memberi bantuan. Ia katakan karena logistik ini didapat dari bantuan pusat.

Jadi tidak membeli dan tidak bisa diprediksi berapa jumlah barang yang di drop di lokasi bencana.

Ia katakan kalau di Dinsos Provinsi ada baper stok yang di kirim oleh kementrian sosial untuk diserahkan ke kabupaten kota yang terkena bencana.

"Jadi untuk anggaran bantuan yang disiapkan memang besar tapi karena tidak membeli dan kami hanya menerima bantuan. Jadi setelah itu langsung disalurkan," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved