KRONOLOGI Petani Tewas Tersambar Petir di Mempawah, Maut di Ladang Sebelum Pulang ke Rumah Mertua

Korban meninggal dunia diketahui bernama Abdul Hamid (46) merupakan warga Kuala Secapah, Mempawah Hilir.

KRONOLOGI Petani Tewas Tersambar Petir di Mempawah, Maut di Ladang Sebelum Pulang ke Rumah Mertua
dadwagon.com
Ilustrasi 

MEMPAWAH - Kronologi seorang petani meninggal dunia akibat tersambar petir saat hujan deras disertai petir melanda Kabupaten Mempawah dan sekitarnya, Minggu (29/12/2019).

Korban meninggal dunia diketahui bernama Abdul Hamid (46) merupakan warga Kuala Secapah, Mempawah Hilir.

Kapolsek Jungkat IPTU Tarminto menuturkan, korban meninggal tersambar petir saat hendak pulang dari ladang di Jalan Paret Hasan, Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (28/12/2019).

"Korban mengalami cidera di bagian kepala sebelah kanan dan dada bagian depan luka bakar dan telinga sebelah kanan memgeluarkan darah," ujar Kapolsek.

"Korban meninggal di lokasi di ladang korban di jalan parer H. hasan kurang lebih 800 m dari rumah mertua korban," lanjutnya.

Kapolsek lantas menjelaskan kornologi kejadian nahas yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Awalnya, korban pergi ke ladang untuk menanam padi.

Dikarenakan hujan lebat sekitar pukul 16.00 WIB korban bersama empat orang beserta istrinya hendak pulang ke rumah mertuanya di Jalan Paret H Hasan RT 001/009 Desa jungkat.

"Dalam perjalanan pulang inilah tiba-tiba korban tersambar petir dan meninggal di lokasi area ladang korban," katanya.

Warga Kuala Secapah Meninggal tersambar petir di Jungkat usai berladang, Minggu (28/12/2019)
Warga Kuala Secapah Meninggal tersambar petir di Jungkat usai berladang, Minggu (28/12/2019) (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Try Julainsyah)

Atas kejadian tersebut korban dibawa langsung ke rumah mertua Korban, Sanusi di Jalan Paret H.Hasan Desa Jungkat.

Halaman
123
Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved