Indonesian Chef Association Hadir di Kalbar, Kembangkan Potensi Kuliner Daerah

Ia pun menjelaskan Visi dan Misi ICA adalah mempromosikan Kuliner Indonesia yang beragam dan unik, memberikan masukan dan bimbingan serta peningkatan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Indonesian Chef Association (ICA) Kalbar. 

PONTIANAK - Indonesian Chef Association (ICA) Kalbar menjadi wadah komunitas pertama di Kalbar yang baru saja dibentuk beberapa bulan lalu.

Sejarah mula berdirinya ICA pun dijelaskan langsung oleh ketua ICA Kalbar, Muhammad Ismail yang saat ini berprofesi sebagai chef di Hotel Ibis Pontianak.

Ia menjelaskan, pada tanggal 23 – 25 Januari 2007 di Bandung, diadakan ”First Summit Meeting Indonesian Chef” yang pada saat itu dihadiri oleh sekitar 300 chef dari masing-masing perwakilan dari 16 Provinsi.

Golden Tulip Perkenalkan Chef Baru dan Tampilan Menu Nusantara yang Berbeda

Chef Riall Finalis Master Chef Indonesia Ajarkan Food Styling ke Mahasiswa Tristar Institute

alu dibentuklah Badan Pengurus Pusat yang terdiri dari para penggagas yang nota bene adalah pekerja kuliner professional alias para chef yang dengan suka rela dan berkomitmen meluangkan waktu untuk menjalankan roda organisasi.

Nama organisasi ini adalah Indonesian Chef Association atau disingkat ICA. 

Dari berdiri hingga sekarang ICA telah mempunyai 14 BPD/ 7 BPC (Badan Pengurus Daerah dan Badan Pengurus Cabang) serta 7 ambassador/ perwakilan di Luar Negeri dengan jumlah anggota aktif mencapai 800 orang lebih dan anggota pasif (pengikut) lebih dari 1000 orang. 

Ia pun menjelaskan Visi dan Misi ICA adalah mempromosikan Kuliner Indonesia yang beragam dan unik, memberikan masukan dan bimbingan serta peningkatan dalam standard kompetensi para profesionalnya, baik yang sudah berkarya maupun yang masih menuntut ilmu.

"Serta tidak lupa memberdayakan kehidupan masyarakat di seluruh Indonesia melalui ekonomi kreatif dalam bidang kuliner dengan menggali sumber daya daerah masing-masing serta dapat terus menjadi partner pemerintah," jelasnya.

Dengan adanya ICA, diharapkan bisa terus mengembangkan potensi kuliner setiap daerahnya.

Maka dengan demikian, dukungan pemerintah juga sangat erat kaitannya dengan ICA.

Hal ini karena ICA akan dianggap sebagai pendobrak kuliner Nusantara yang bisa resmi dilestarikan dan diperkenalkan di seluruh Indonesia ataupun Internasional.

Ismail juga mengatakan, dengan terbentuknya ICA saat ini di Kalbar, mereka nantinya akan dinaungi langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat.

Sehingga, kehadiran ICA bisa terus mendorong sektor perekonomian Kalbar dalam bidang kuliner dan program kegiatan yang berinovasi.

"Di Kota Pontianak, sudah beberapa chef-chef hotel ikut bergabung. Kita adakan kopdar itu sesuai dengan jadwal dan tempat kerja kita."

"Jadi tidak sulit untuk kumpul hanya saja waktu-waktu tertentu seperti hati besar itu kita pasti sulit berkumpul karena pekerjaan kita masing-masing yang sudah menyibukkan," tuturnya.

Ia berharap ICA bisa terus berkembang dan berinovasi menyajikan kuliner Nusantara.

Ia juga mengajak chef-chef yang ada di Kalbar agar bisa ikut bergabung dan terus termotivasi dalam pemberdayaan masyarakat untuk kedepannya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved