Perkiraan Potensi Kerugian Jika Virus Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) Masuk ke Bali

Kasus African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika membuat pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali khawatir.

Perkiraan Potensi Kerugian Jika Virus Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) Masuk ke Bali
Shutterstock
Perkiraan Potensi Kerugian Jika Virus Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) Masuk ke Bali 

Kasus African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika membuat pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali khawatir.

Sebab, potensi kerugian secara ekonomi cukup tinggi jika virus demam babi afrika ini masuk ke Bali.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Bali I Wayan Mardiana menyebut Bali merupakan salah satu daerah dengan jumlah ternak terbanyak di Indonesia.

Total keseluruhan populasi babi di Bali mencapai 890.000 ekor dengan jumlah peternak 309 orang.

Mardiana menyebut, jika flu babi Afrika ini masuk ke Bali maka berpotensi menjangkiti setengah dari populasi babi.

Angkanya jika dirupiahkan mencapai Rp 800 miliar. Hal tersebut dengan asumsi satu babi berharga Rp 2 juta.

Waspada Beberapa Jenis Kanker Ini Gejalanya Mirip dengan Flu Biasa, Jangan Pernah Sepelekan

5 Makan Enak Ini Obat Ampuh Sembuhkan Flu, Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh Hinga Atasi Peradangan

Kerugian budaya

Selain kerugian ekonomi, dampak lain yang dikhawatirkan adalah kerugian secara budaya.

Sebab menurutnya, beternak babi di Bali bukan hanya untuk mata pencaharian tapi juga untuk melestarikan budaya.

"Kerugian sistemik juga karena berdampak pada budaya. Karena beternak bukan saja jadi mata pencaharian tapi melestarikan budaya," kata Mardiana di Denpasar, Jumat (27/12/2019).

Halaman
123
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved