NOVEL Baswedan dan Motif Dua Anggota Polri Aktif Terduga Penyerangan | Keraguan Tim Advokasi

"keterlaluan bila disebut bahwa penyerangan hanya sebagai dendam pribadi sendiri dan tidak terkait dengan hal lain," ujar Novel Baswedan

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. 

JAKARTA - Novel Baswedan masih menyimpan ‘pertanyaan’ di balik motif di balik penyerangan yang menimpa dirinya beberapa tahun silam, pasca ditangkapnya dua terduga pelaku yang ditengarai juga adalah anggota Polri aktif.

Menurut pria yang juga penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, ada hal yang aneh dalam penetapan kedua tersangka. 

"Saya seharusnya mengapresiasi kerja Polri, tapi keterlaluan bila disebut bahwa penyerangan hanya sebagai dendam pribadi sendiri dan tidak terkait dengan hal lain, apakah itu tidak lucu dan aneh?" ujar Novel Baswedan, sebagaimana dikutip dari Kompas.com yang melansirnya dari Antara, di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Namun meski begitu, Novel Baswedan mengaku masih menunggu proses selanjutnya, setelah pihak Mabes Polri menyatakan sudah menangkap dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya itu.

"Saya tentu tidak bisa menilai saat ini, tapi saya sekarang menunggu proses lanjutannya saja," katanya lagi. 

Penyerang Novel Baswedan Diduga Anggota Polri Aktif, Kapolri Idham Aziz Buka Suara | Permintaan LPSK

Jumat, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, ada dua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Keduanya merupakan anggota Polri aktif.

Keduanya berinsial RM dan RB dan telah ditetapkan sebagai tersangka. RM dan RB lalu diamankan pada Kamis malam (26/12/2019) oleh tim kepolisian di Cimanggis, Depok, kemudian dibawa ke Polda Metro.

Penyelidikan kasus Novel Baswedan sudah melalui penyelidikan dan penyidikan panjang sejak April 2017.

Ada 7 kali olah TKP, ada 73 saksi diperiksa, dan beberapa kali tim dibentuk.

Namun, Novel enggan berkomentar lebih jauh mengenai proses tersebut.

Halaman
1234
Editor: Ishak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved