Kasus Bunuh Diri Marak di Kalbar, Begini Penjelasan Psikolog!

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang konflik batin yang tidak pernah terselesaikan sehingga semakin lama semakin parah (kronis).

Kasus Bunuh Diri Marak di Kalbar, Begini Penjelasan Psikolog!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni
Polisi evakuasi mayat yang ditemukan tergantung dalam kamar di Jeruju, Jumat (27/12/2019). 

PONTIANAK - Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi di Kalbar akhir-akhir ini sangatlah memprihatinkan.

Terlepas dari semua kejadian itu, menurut Chairul Fuad sebagai (Motivator dan Konselor) yakni adanya faktor yang menyebabkan munculnya niat untuk bunuh diri dimana niat tersebut akhirnya menjadi perilaku nyata yakni bunuh diri.

"Sesuatu terjadi pasti ada faktor penyebabnya, termasuk bunuh diri dimana seseorang memiliki dorongan yang kuat untuk mati.'

"Dari tinjauan teoritis maupun praktis atau secara emperik ada beberapa faktor penyebab terjadinya perbuatan bunuh diri. Secara umum penyebabnya berhubungan dengan kesehatan mental," ujarnya.

FAKTA Dua Pria Bunuh Diri di Pontianak, Kota Baru dan Jeruju Heboh Mayat Korban Gantung Diri

Ia melanjutkan, maksudunya adalah adanya mental yang tidak sehat, baik itu gangguan maupun penyakit mental.

Penyebab dari tidak sehatnya mental ini juga beragam, bisa bersifat individual (penyakit, kecacatan, dan sebagainya) sosial, dan ekonomi.

"Terdapat hubungan yang erat antara stres, depresi, konflik, trauma dan frustasi. Secara khusus dapat dijelaskan bahwa faktor penyebabnya adalah antara lain adanya konidisi jiwa yang tertekan yang dapat manifestasi kepada keadaan lebih parah seperti depresi," tambahnya.

Selanjutnya, diantara stress dapat terjadi pada seseorang yang menderita penderita sakit parah yang berlangsung lama, kehilangan pekerjaan, status/kedudukan dan mengalami kekerasan seksual.

Tingkat stes tertinggi biasanya pada kondisi seseorang kehilangan pasangan hidup. 

Depresi inilah yang akan lebih membawa seseorang kepada perbuatan-perbuatan tidak terkendali.

Halaman
12
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved