Mengenal Komunitas Melayu Bugis Parewabessi Club

Benda keturunan seperti pusaka juga banyak dimiliki oleh masyarakat Kalbar.

Mengenal Komunitas Melayu Bugis Parewabessi Club
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/Parewabessi Club
Komunitas Melayu Bugis Parewabessi Club 

PONTIANAK - Kalimantan Barat terkenal akan keberagaman suku dan budayanya.

Benda keturunan seperti pusaka juga banyak dimiliki oleh masyarakat Kalbar.

Berawal dari hobi sesama pecinta pusaka, sejumlah masyarakat Melayu Bugis berusaha untuk melestarikan budaya lewat pusaka dengan membentuk sebuah "perkumpulan pusaka Melayu Bugis" yang keberadaannya pertama kali ada di Pontianak, khususnya di Kalimantan Barat.

Perkumpulan ini akhirnya menjadi sebuah ikatan komunitas dimana masyarakat Melayu Bugis bertekad untuk mengangkat kembali pusaka tersebut dan diperkenalkan sejarah serta keunikan dari pusaka itu.

"Dengan tekad yang bulat dan keinginan tersebutlah bakhirnya terbentuk MBPC (Melayu Bugis Parewabessi Club)," ujar Ketua Perkumpulan Pusaka Melayu Bugis, Wak Long Mat Boceng, di Pontianak.

Viral Pria Bugis Nikahi Bule Cantik Asal Jerman, Begini Awal Umar Gaffar & Lena Steffanowski Bertemu

Untuk pusaka sendiri, lanjut wak long, ada banyak hal didalam pusaka yang harus kita ketahui, khususnya bagi pemilik atau empunya. Seumpamanya cara perawatan atau pembersihan pusaka, adab dalam memegang pusaka, atau bahan pusaka hingga bercerita bagaimana pusaka itu di dapatkan.

Ia juga berkeinginan untuk melestarikan pusaka bukan hanya dalam bentuk mistis yang sering diketahui oleh masyarakat, tetapi lewat sejarah bahwa masyarakat Melayu Bugis memiliki benda khusus yang disebut pusaka etnik dan mengetahui apa sejarah serta filosofinya.

"Selain itu juga, kita bisa mengenal pamor pusaka yang biasa disebut dengan "sisiq", karena antara pusaka satu dengan yang lain memiliki pamor yang berbeda, perlakuan terhadap pusaka, baik buruknya pusaka, cocok atau tidak pusaka tersebut dengan pemiliknya, dan banyak lagi yg harus diketahui, "Terangnya.

Wak long menilai, saat ini sudah jarang sekali orang yang peduli dan mau merawat barang pusaka dengan berbagai alasan. Padahal, setiap pusaka mempunyai cerita, bahkan sejarah.

"Tak jarang juga ada diantara kita memiliki pusaka, tapi bahasa melayunye tak kuase nak ngurosnye. Inilah yang cobe kami angkat, agar kite lebih peduli menjaga pusaka. Karena jika tidak, bisa saja kita kehilangan barang sejarah, kehilangan budaya, kehilangan warisan leluhur kita, " Tegasnya.

Melestarikan dan memelihara pusaka apalagi peninggalan leluhur bukan perkara mudah, dan tidak sesulit apa yang dibayangkan. Dan dengan adanya perkumpulan pusaka melayu bugis ini, wak long berharap dapat mempertahankan dan melestarikan sejumlah pusaka budaya asli Indonesia, khususnya pusaka melayu bugis misalnya keris, badik/cudik, agar bisa menjadi ilmu pengetahuan bagi pemilik atau orang lain.

"Semua bisa bergabung bersama kami, asal niatnya sama dengan kami. Dan hal itulah secara garis besar yang akan kami angkat dan semoga tetap menjadi khasanah kekayaan Bangsa dinegara ini, khususnya di Pontianak, kalimantan Barat," Pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved