Anggota DPRD Kota Pontianak Yandi Angkat Suara Perihal Kemacetan di Jembatan Landak

Terlebih, diakuinya melalui media sosial masyarakat banyak mengeluhkan terkait kemacetan di Jembatan Landak tersebut.

Anggota DPRD Kota Pontianak Yandi Angkat Suara Perihal Kemacetan di Jembatan Landak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi 

PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi angkat suara perihal kemacetan yang terjadi di Jembatan Landak, Kota Pontianak.

"Harus ada pola yang tepat dalam proses pembangunan jembatan yang baru, makanya perlu dihitung dulu sebetulnya apakah pengerjaannya di malam hari, atau apa, yang tidak di jam-jam macet," katanya, Minggu (22/12/2019).

"Kalau dikejar seperti ini seolah-olah tidak terpola dengan baik, perencanaannya kurang memperhatikan aspek dan dampak, kita sebetulnya berharap ada perencanaan yang matang, kapan pelaksanaannya, misalnya malam dari jam sekian ke jam sekian, pengalihannya bagaimana, tidak di jam-jam padat," timpal politisi Hanura ini.

Menurutnya, jika telah berdampak tentu efeknya akan kemana-mana, dan dinilainya karena perencanaan kurang diperhatikan di awal. 

Pemkot Harus Tanggung Jawab, Yandi: Jangan Hanya Meninggikan Jalan, Tapi Drainase Harus Diperhatikan

"Karena ini sudah terjadi, kita berharap ada mekanisme yang lebih tepat dalam proses pengalihan atau pengaturan, misalnya kendaraan tertentu dan jam tertentu, semuanya kembali kepada bagaimana sistem dan manajemennya saja, kalau itu dilaksanakan saya kita tidak akan banyak dampak dan masalah," tuturnya.

Terlebih, diakuinya melalui media sosial masyarakat banyak mengeluhkan terkait kemacetan di Jembatan Landak tersebut. 

Gajah Mada Tergenang, Yandi: Tampak Pemkot Pontianak Tak Serius Lakukan Penanganan

"Sementara untuk mengadu secara resmi belum, tapi dimedsos semua mengadu, karena memang mengganggu, kita memahami proses pembangunan harus ada yang dikorbankan sementara waktu. Ttapi alangkah baiknya apabila dampak ini sudah dibahas didalam perencanaan, sehingga kita sudah tau meminimalisir, kalau dihilangkan saya rasa susah, kalau minimalisir bisa, tinggal bagaimana polanya," paparnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved