Tribun Pontianak Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu Kalbar

Dua penghargaan itu ialah kategori media dan jurnalis yang telah membantu kinerja Bawaslu Provinsi Kalbar selama masa kepemiluan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak, Safruddin (kiri) saat menerima penghargaan dari Komisioner Bawaslu Kalbar, Faisal Riza di Hotel Harris Pontianak. Jumat (20/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tribun Pontianak berhasil mendapatkan dua penghargaan dari Bawaslu Provinsi Kalbar, Jumat (20/12/2019)

Dua penghargaan itu ialah kategori media dan jurnalis yang telah membantu kinerja Bawaslu Provinsi Kalbar selama masa kepemiluan.

Untuk kategori jurnalis, reporter Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana menjadi satu-satunya yang meraih penghargaan.

Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak, Safruddin bersyukur karena media yang dikenal dengan Spirit Baru Kalbar ini dipercayakan oleh Bawaslu untuk meraih penghargaan.

"Terima kasih kepada Bawaslu yang telah memberikan penghargaan dan mengakui eksistensi Tribun Pontianak selama pelaksanaan pemilu," katanya.

Safruddin pun menerangkan, dengan penghargaan ini tentu akan menjadi pelecut semangat Tribun Pontianak untuk terus mengawal demokrasi di tanah Borneo ini.

"Tentu kita dengan slogan independen tanpa memihak kecuali pada publik, Tribun akan tetap mengawal demokrasi di Kalbar sesuai dengan tagline yang diusung," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah menerangkan penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi Bawaslu.

"Penghargaan ini kami sampaikan kepada unsur lembaga negara, dan stake holder termasuk kawan-kawan media, sebagai bentuk apresiasi dan rasa ucapan terimakasih kami karena telah membantu tugas-tugas pengawasan sehingga tersampaikan kepada masyarakat," katanya.

Ia pun mengungkapkan, untuk menyambut pilkada kedepan tentu pemilu lalu menjadi evaluasi dan terus mengedepankan pengawasan partisipatif.

"Tentu evaluasi yang lalu yakni penanganan pelanggaran harus lebih tajam lagi, kemudian kemampuan dalam melakukan penyelidikan terkait atas dugaan pelanggaran, dan kami mengedepankan pencegahan dengan menguatkan strategi pengawasan partisipatif pada seluruh elemen masyarakat secara masif," jelasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved