157 Kepala Keluarga di Perbatasan RI-Malaysia Belum Nikmati Listrik Negara

Dua Dusun itu bisa masing-masing berjarak 40 Kilometer, dan 25 Kilometer dari Kantor Camat Sajingan Besar.

157 Kepala Keluarga di Perbatasan RI-Malaysia Belum Nikmati Listrik Negara
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Lerry Kurniawan Figo
Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas, Camat Sajingan Besar Supardi, berfoto bersama setelah melaksanakan pertemuan dengan Kantor Wilayah PLN Kalimantan Barat. 

SAMBAS - Camat Sajingan Besar Supardi mengatakan total ada 157 Kepala Keluarga yang rumahnya belum teraliri listrik di dua Dusun yang ada di Desa Sebunga dan Desa Asuansang.

"Yang pertama di lokasi Transmigrasi di Dusun Beruang, Desa Sebunga sejumlah 74 KK/pintu," ujarnya, Jum'at (20/12/2019).

"Dan di Dusun Asuansang, desa Sungai Bening. terdapat 83 KK/pintu," ungkapnya.

Ia mengatakan, di dua Dusun itu saat ini sudah dibangun Jalan Parallel Perbatasan (JPP).

Wabup Hairiah Minta PLN Upayakan Aliri Listrik di Kawasan Perbatasan

"Sudah sangat lama diusulkan, dan kedua dusun tsb berada di lintasan JPP, Jalan Paralel Perbatasan adalah jalan dengan status Jalan Negara, yang dibangun oleh Pemerintah Pusat," ungkapnya.

Ia ungkapkan saat ini Kecamatan Sajingan Besar termasuk kedalam Kecamatan Lokasi Prioritas (Lokpri) sekaligus Kecamatan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN).

"Sajingan Besar adalah Kecamatan Lokpri, sekaligus PKSN (Pusat kegiatan strategis Nasional-Red)," tuturnya.

Dua Dusun itu bisa masing-masing berjarak 40 Kilometer, dan 25 Kilometer dari Kantor Camat Sajingan Besar.

"Kalau Dusun Asuansang sekitar 40 Kilometer dari kantor Camat. Kalau lokasi trans Beruang sekitar 25 Kilometer dari kantor Camat. Tapi Kedua dusun tersebut sudah berada di Jalan Paralel Perbatasan," jelasnya.

Untuk diketahui, Jalan Parallel Perbatasan (JPP) sendiri adalah jalan penghubung perbatasan Indonesia dengan Malaysia dari ujung ke ujung pulau Kalimantan.

Artinya sudah sepantasnya menjadi perhatian utama dari Pemerintah Pusat.

Oleh karenanya, ia berharap agar nantinya PT PLN yang berada di bawah naungan Kementerian ESDM juga bisa menjadikan beberapa Dusun yang belum di akhiri listrik di Kecamatan Sajingan Besar sebagai wilayah prioritas.

"PLN sebagai BUMN yang secara teknis berada di jajaran kementrian ESDM sudah sepantasnya menjadikan ini sebagai prioritas juga," tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved