Breaking News:

Sukiryanto Berikan Beasiswa 25 Murid Saat Berkunjung ke SDN 09 Benua Kayong

saya berharap akan banyak Sukiryanto-Sukiryanto lain kedepan dari sekolah ini dan bisa saja lebih hebat dari Sukiryanto yang sekarang

TRIBUNPONTIANAK/ Sukiryanto
Anggota DPD RI, H. Sukiryanto mengunjungi sekolah pada masa kecilnya yaitu Sekolah Dasar Negeri 09 Benua Kayong. 

KETAPANG- Masih di Kabupaten Ketapang, Anggota DPD RI, H. Sukiryanto mengunjungi sekolah pada masa kecilnya yaitu Sekolah Dasar Negeri 09 Benua Kayong, sambil mengenang kembali masa-masa kecil hanya menggunakan sepatu ketika ujian sekolah.

Pada kesempatan ini H. Sukiryanto juga mengapreasiasi para murid-murid dengan memberikan santunan beasiswa kepada 25 siswa berprestasi dan kurang mampu atau yang sekarang dalam program pemerintah disebut Program Indonesia Pintar.

"Diharapkan anak-anak agar selalu tetap bersemangat untuk belajar dengan segala keadaannya, karena keadaan ketika saya dulu sekolah sangat jauh dari apa yang ada sekarang," terang Sukiryanto.

Sehingga, kata dia, keadaan tidak boleh menjadi alasan untuk tidak berprestasi.

"Jadikanlah ini tantangan, saya berharap akan banyak Sukiryanto-Sukiryanto lain kedepan dari sekolah ini dan bisa saja lebih hebat dari Sukiryanto yang sekarang," timpal Sukiryanto.

Pada kesempatan ini juga H. Sukiryanto menyerap aspirasi dari para guru-guru, dimana seperti yang di ketahui pemerintah melanjutkan program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2020, dimana dana ini akan difokuskan untuk pemerataan akses pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun (sekolah dasar dan sekolah menengah).

Kemudian mengenai bantuan fisik, memang pemerintah sedang memfokuskan Pembangunan dari pinggiran, dimulai dari yang paling parah dan paling rusak sehingga sistem zonasi kedepan akan berjalan dengan baik dan pemerataan kualitas pendidikan dapat tercapai.

Seminaris SMA Santo Paulus Nyarumkop Berikan Beasiswa Prestasi

"Kami di Komite IV akan terus berkomitmen untuk mengawasi APBN dan khususnya alokasi anggaran di Pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBN mencapai Rp 500 Triliun, dimana apabila melihat di APBN 2019 60 persennya menjadi transfer ke daerah, sehingga perlu diawasi dengan baik," jelasnya.

Hal ini berkaitan dengan apa yang disampaikan Kepala Sekolah mengenai kondisi SDN 09 Benua Kayong yang membutuhkan tambahan lokal untuk menampung siswa/i karena sekarang pihak sekolah harus memberlakukan jam masuk siang untuk mengakomodir banyaknya siswa yang ingin sekolah ini.

Melanjutkan dialog dengan para guru, masih soal tenaga honorer yang telah mengajar lebih dari 10 tahun tapi masih belum diangkat sebagai PNS.

Menurut Sukit, hal ini memang menjadi masalah yang pelik, karena berkaca pengangkatan 1 juta guru menjadi PNS pada masa Presiden sebelumnya tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan, dimana indeks menunjukan masih dibawah angka 70.

"Dengan gaji guru masih rendah saya hanya mengutip pernyataan menteri pendidikan kita, Bapak Nadiem bahwa akan ada perbaikan birokrasi pendidikan terutama soal kesejahteraan guru dimana saat ini kompleksitas didunia pendidikan menjadi perhatian. Sekolah milik pemerintah daerah, sehingga Pemda mengangkat guru PNS kemudian guru Honorer diangkat sekolah, belum lagi SD dan SMP di pemerintahan daerah kota/kab sedangkan SMA/K milik pemerintah provinsi," paparnya

Maka dari ia berharap para guru bersabar dan terus semangat dan paling penting terus meningkatkan kompetensi karena guru memiliki kesempatan untuk mendapatkan gaji dan tunjangan seperti PNS dengan program pemerintah sekarang yang disebut PPPK. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 
 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved