Breaking News:

KTNA Ketapang Sampaikan Kelangkaan Pupuk Pada Sukiryanto

kata dia, pihak pertamina tidak mengizinkan menggunakan jerigen, sedangkan para petani tidak mungkin membawa traktor ke SPBU.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota DPD RI asal Kalbar, Sukiryanto. 

Dari KTNA, jelasnya, juga sudah mencari jalan keluar dengan mengolah sendiri hasil pertanian, akan tetapi karena infrastruktur yang kurang memadai, jalur distribusi di ketapang sangat berat sehingga harga dari hasil olahan tersebut tidak bersaing.

Tetapi KTNA, kata dia, tetap mencoba menjual melalui digital marketplace yang memberikan promo ongkos kirim sehingga produk dapat terserap oleh pasar.

Menanggapi aspirasi itu, H. Sukiryanto mengatakan ia di Komite IV akan terus mengawasi penggunaan APBN agar sesuai dengan alokasi dan juga ikut mengawasi implementasi di lapangannya, diharapkan dapat meminimalisir masalah-masalah tersebut. 

Menyinggung masalah keadaan tarif BPJS yang akan naik dan pelayanan yang dirasa kurang, H. Sukiryanto meyakinkan bahwa Pemerintah sedang mencari jalan untuk masalah ini dalam jangka panjang, karena APBN belum mampu untuk menanggung subsidi tersebut. 

"Paling tidak masyarakat dapat membantu pemerintah dengan menjalanlan pola hidup sehat, sehingga dapat tercegah dari penyakit-penyakit," jelas Sukiryanto.

"Mengenai gas LPG, mari kita sama sama intropeksi diri bahwa gas yang langka adalah gas 3Kg yang diperuntukan kepada orang miskin, maka kita sebagai warga negara yang baik harus dapat menempatkan diri di dalam masyarakat," tukasnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved