FAKTA Perseteruan Wiranto Vs OSO di Hanura, Saling Tuding Suara Pemilu 2019 Anjlok Hingga Soal Munas

Wiranto pun murka dan merasa ada kejanggalan dalam penyelenggaraan Munas Partai Hanura dari prinsip awal partai itu didirikan.

FAKTA Perseteruan Wiranto Vs OSO di Hanura, Saling Tuding Suara Pemilu 2019 Anjlok Hingga Soal Munas
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
FAKTA Perseteruan Wiranto Vs OSO di Hanura, Saling Tuding Suara Pemilu 2019 Anjlok Hingga Soal Munas 

"Saat ini, saya menyatakan mundur dari Ketua Dewan Pembina Hanura. Mengapa? Ini kesadaran saya. Saya selalu berorientasi kepada tugas pokok saya. Saat ini, saya ditugaskan Presiden sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden," kata Wiranto saat menggelar konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Ketua Umum Partai <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/hanura' title='Hanura'>Hanura</a>, <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/oesman-sapta-odang' title='Oesman Sapta Odang'>Oesman Sapta Odang</a> (OSO), didampingi pengurus <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/hanura' title='Hanura'>Hanura</a> memberikan keterangan hasil Musyawarah Nasional (Munas) III Partai <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/hanura' title='Hanura'>Hanura</a> di Jakarta, Rabu (18/12/2019). Musyawarah Nasional (Munas) III Partai <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/hanura' title='Hanura'>Hanura</a> memutuskan <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/oesman-sapta-odang' title='Oesman Sapta Odang'>Oesman Sapta Odang</a> (OSO) untuk kembali pimpin <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/hanura' title='Hanura'>Hanura</a>. <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/oso' title='OSO'>OSO</a> kembali jadi Ketum secara aklamasi atas dukungan 34 DPD beserta DPC.  ANTARA FOTO/Reno Esnir/pd  *** Local Caption ***

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), didampingi pengurus Hanura memberikan keterangan hasil Musyawarah Nasional (Munas) III Partai Hanura di Jakarta, Rabu (18/12/2019). Musyawarah Nasional (Munas) III Partai Hanura memutuskan Oesman Sapta Odang (OSO) untuk kembali pimpin Hanura. OSO kembali jadi Ketum secara aklamasi atas dukungan 34 DPD beserta DPC. ANTARA FOTO/Reno Esnir/pd *** Local Caption *** (RENO ESNIR)

Kendati demikian, ia menegaskan Undang-undang nomor 19 tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) tidak ada yang mengharuskannya mundur dari pengurus Partai Hanura.

"Dalam pasal penjelasan UU itu, ada dikatakan bahwa yang disebut pimpinan parpol adalah ketua umum atau sebutan lain dari ketua umum atau pengurus harian, nah sehingga ketua dewan pembina tidak tersentuh oleh larangan rangkap jabatan," ucapnya.

3. OSO diminta mundur dari ketum

Tak hanya mengundurkan diri, Wiranto juga mendesak Oesman mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Hanura.

Sebab, dalam pakta integritas yang ditandatangani Oesman saat Munaslub 2016 menyatakan, masa jabatan menjadi Ketua Umum hanya sampai 2019.

Wiranto menjelaskan, dalam pakta integritas juga berisi janji Oesman sebagai ketua umum yaitu menjaga soliditas partai, dan membawa suara Hanura menjadi meningkat di Pemilu 2019.

"Dan akan menambah suara di DPR pada pemilu yang akan datang, akan memasukkan teman-teman di DPD untuk menjadi caleg Hanura, paling tidak 36 orang, malah ditambah menjadi 50 orang, Pak Subagyo dengar sendiri," ujar Wiranto.

Wiranto mengatakan, apabila Oesman tidak memegang janjinya, akan dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Hanura.

"Kalau sampai itu tidak ditaati, maka saudara OSO sebagai ketum akan secara tulus dan ikhlas tanpa paksaan mengundurkan diri sebagai ketum Hanura," ucapnya.

4. Munas tak sah dan Munas tandingan

Terkait penyelenggaraan Munas, Ketua Dewan Kehormatan Partai Hanura Chaerudin mengatakan, akan menggelar Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) di luar kepemimpinan Oesman Sapta Odang.

Sebab, ia menilai, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Hanura dibawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang tidak sah, karena tidak memenuhi syarat AD/ART.

"Mestinya OSO membuat pertanggungan jawab, ya engga? Kepada pengurus-pengurus. Pengurus-pengurus ini juga harus dibuktikan melalui musyawarah daerah. Cek aja ada engga? Tiba-tiba orang-orangnya ditunjuk-tunjuk aja begitu, dianggap punya hak suara," kata Chaerudin.

Menurut Chaerudin, Munaslub tandingan itu bisa segera digelar, karena ia sudah berkomunikasi dengan para pengurus Partai Hanura di DPC dan DPD yang dulunya dicopot selama masa kepemimpinan Oesman Sapta Odang.

"Bahkan anggota partai yang pernah kabur ke partai lain sudah berjanji kepada saya untuk balik kalau kita kembali," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta-fakta Konflik Hanura Kubu OSO Vs Wiranto Sepanjang 2019"

Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved